Pelatih Arema Bicara soal Tekel Horor Hanif Sjahbandi

Laga pamungkas Grup E Piala Presiden 2018 antara Arema FC melawan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (30/1/2018), yang berakhir imbang tanpa gol sempat muncul insiden panas. Tekel kasar yang dilakukan gelandang Tim Singo Edan, Hanif Sjahbandi, kepemain muda Bhayangkara, T.M Ichsan di menit ke-37 jadi sorotan.

Pelanggaran itu membuat Ichsan sempat terpelanting lalu tersungkur di tengah lapangan. Ia mengalami cedera parah di engkel kiri dan tidak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan oleh Wahyu Subo Seto.

Hanif sempat mendapatkan reaksi keras dari beberapa pemain Bhayangkara. Bahkan rekannya di Timnas Indonesia U-23, Marinus Manewar sempat memukul kepala Hanif sebagai bentuk protes terhadap tekel yang dilakukan kompatriotnya. Situasi di bench Bhayangkara juga tidak kalah panas.

Pelatih The Guardians, Simon McMenemy mengecam tekel horor tersebut dengan memprotes wasit dan Hanif sendiri. Mereka berharap wasit memberikan hukuman lebih berat daripada kartu kuning.

Namun pelatih Arema, Joko ‘Getuk’ Susilo memberikan pembelaan. Dia sudah berkomunikasi langsung dengan Hanif di ruang ganti setelah kejadian tersebut.

Getuk ingin mengetahui apakah mantan pemain Persiba Balikpapan itu melakukan tindakan keras tersebut dengan sengaja atau tidak.

“Hanif sudah menyampaikan kalau tidak ada niatan untuk mencederai lawan. Hanif dalam kondisi berlari untuk mengambil bola. Wasit juga sudah memberikan hukuman kartu kepadanya,” kata Getuk.

Tapi setelah insiden itu, Hanif terlihat menyesal. Raut mukanya tampak kusut saat melihat Ichsan harus ditandu keluar. Melihat sang gelandang mulai tidak nyaman di lapangan, Getuk pun menggantinya dengan Agil Munawar pada babak kedua.

“Dalam pertandingan tensi keras, semua hal bisa terjadi. Tapi kan sudah ada wasit di lapangan. Kalau pemain kami kasar, sudah ada hukuman yang diberikan langsung oleh wasit. Jadi semua wajar,” kata mantan pelatih Akademi Arema itu.

Sejak bergabung dengan Arema pada musim 2017, Hanif dikenal bukan pemain yang sering melakukan pelanggaran keras. Tapi bisa jadi dalam pertandingan lawan Bhayangkara FC, ia terbawa suasana.

Sejak menit awal tensi pertandingan sudah panas. Maklum, Bhayangkara FC butuh kemenangan untuk lolos ke babak 8 besar Piala Presiden 2018. Sedangkan Arema FC hanya minimal butuh hasil imbang karena sudah unggul produktivitas gol.