Match Fee Delapan Besar Piala Presiden Naik, Ini Nilainya

Peserta babak delapan besar Piala Presiden 2018 bisa sedikit tenang menyiapkan kebutuhan tim jelang laga yang ditempatkan di venue netral, Stadion Manahan, Solo, pada 3 dan 4 Februari mendatang.

Itu setelah pihak organizing committee (OC) Piala Presiden 2018 menaikkan match fee tiap klub yang bertanding di babak gugur ini.

Kenaikan itu diberikan, setelah sebelumnya klub-klub mengutarakan usulannya kepada OC. Ketua Steering Committe (SC) Maruarar Sirait yang mendengar usulan itu, langsung meminta keinginan klub tersebut ditanggapi OC.

Klub yang mengusulkan adalah Madura United. Melalui manajernya, Haruna Soemitro, mereka menegaskan bahwa subsidi yang diterima klub untuk match fee terlampau kecil.

“Tahun lalu Rp 100 juta, tapi penginapan ditanggung panitia. Kalau sekarang kami minta, match fee saja dinaikkan, yang menang jadi Rp 150 juta, yang kalah Rp 100 juta, kami dapat hotel juga, jadi ada kenaikan lah dibanding tahun lalu,” kata Haruna dengan suara lantang disambut tepuk tangan klub peserta delapan besar dalam acara drawing Piala Presiden di Jakarta, Rabu (31/1) malam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua OC Berlinton Siahaan yang diminta menjawab oleh Ketua SC, Maruarar, langsung angkat suara. Dia menegaskan, sepakat dengan usulan tersebut.

“Usul match fee ditingkatkan, kami terima Pak Haruna. Klub yang lain senang juga ini dengan usul Pak Haruna. Yang menang kami berikan Rp 150 juta, yang kalah Rp 100 juta,” terangnya.

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 100 juta untuk tim yang menang dan Rp 75 juta untuk tim yang kalah. Selain itu, klub-klub juga tetap harus mencari penginapan sendiri. (dkk/jpnn)