Arema FC dan Persebaya ke Delapan Besar, Bakal Seru nih

Arema FC menyusul rival beratnya, Persebaya Surabaya, ke babak delapan besar Piala Presiden 2018. Hal ini membuat panpel lokal di Solo kudu bekerja lebih keras lagi dalam mengatur keamanan.

Ketua Panpel Lokal dari Askot PSSI Solo Heri Gogor Isranto mengatakan, persiapan mereka untuk delapan besar sudah sangat matang.

Kepolisian juga telah memberikan izin dengan perlakuan khusus untuk pengamanan suporter dari berbagai daerah.

Dalam delapan besar kali ini, terdapat Persebaya, Arema, dan Persija Jakarta yang memiliki basis suporter besar serta terbiasa menjalani tur luar kota.

Apalagi, lokasinya di Solo, berada di tengah-tengah pulau Jawa. Dari jarak, Persebaya dan Arema terhitung paling dekat, tapi Persija punya histori dengan Solo.

Ya, dalam lima musim terakhir, Persija sering menjadikan Stadion Manahan, Solo, sebagai markas mereka.

Dan, seringkali Jakmania –sebutan fans Persija– berangkat dari Jakarta untuk memberikan dukungan langsung di Solo dengan jumlah yang besar.

”Poin kami adalah Solo ini lokasi netral. Kami ingin menjamu delapan klub dengan treatment yang sama,” jelas Gogor.

Gogor melanjutkan, dengan kondisi banyaknya suporter yang datang ke Solo, tentu ada potensi persinggungan antarsuporter. ”Yang jelas perlu adanya penanganan buat suporter,” ujarnya.

Saat ini, panpel lokal telah memberikan masukan kepada panitia pusat Piala Presiden agar ada jeda, tidak langsung dimainkan pada 3 dan 4 Februari.

”Kami masih menunggu hasil drawing besok (hari ini, Red),” bebernya.

Soal lolosnya Arema dan Persebaya, panpel lokal mengusulkan ada secara teknis diatur dengan baik.

”Teknisnya bisa saja Bonek diarahkan melalui jalur tengah atau pantura, sedangkan Aremania melalui jalur pantai selatan,” kata Gogor. (nap/ham)