Umuh Sebut Kegagalan Persib di Piala Presiden Memalukan

Umuh Muchtar kecewa Persib tidak bisa meraih hasil terbaik di turnamen pramusim, Piala Presiden 2018. Menurutnya kegagalan lolos dari ronde grup merupakan hal sangat memalukan dan menyakitkan bagi tim sebesar Maung Bandung.Baca juga:Soal Pemain Bidikan Persib, Gomez Tidak Utamakan Postur

Persib punya prestasi bagus ketika turun dalam dua episode awal Piala Presiden. Jilid pertama ditutup tim Maung Bandung sebagai kampiun. Sedangkan di edisi berikutnya, Persib menempati posisi ketiga.

Musibah dialami Persib rezim Mario Gomez karena tidak bisa jaga tradisi selalu masuk ke semifinal. Bahkan untuk melaju ke babak knockout pun Supardi dan kawan-kawan tidak sanggup. Hal itu pun disebut oleh Umuh Muchtar sebagai rapor merah timnya.

“Ini lebih parah, musim lalu kita kan jalan terus sampai akhir, kalau sekarang kan belum apa-apa, jadi lebih parah ini. Sekelas Persib baru kejadian seperti ini,” jelas Umuh ketika diwawacara awak media di kediamannya.

Dengan reputasi Persib sebagai tim elit Indonesia dan mempunyai catatan apik di Piala Presiden, kehancuran musim ini jadi alarm bahaya bagi klub. Karena baru 3 laga yang dimainkan, tim arahan Mario Gomez sudah tumbang plus koleksi 2 kekalahan.

“Itu sangat memalukan dan menyakitkan untuk sekelas Persib ini, nama besar persib. Sekarang tiga kali habis, sudah ga ikut lagi selanjutnya karena tidak masuk 8 besar dan ini yang akan sangat berat dan sakit buat Persib,” jelas Umuh.

Umuh juga memberi peringatan kepada Mario Gomez atas kegagalan ini. Ditambah keputusannya yang memilih melego Achmad Jufriyanto ke Kuala Lumpur FA. Padahal menurutnya Jupe masih layak menjadi pilar di barisan belakang Persib.

“Saya juga bingung dengan pelatih seperti ini kenapa ada sampai menawarkan pemain yang menurut saya dinilai lebih baik daripada Victor. Menurut saya tidak jauh dan udah menyatu dengan supardi dan pemain lain,” jelasnya.

Menurutnya laga kontra Sriwijaya bisa menjadi contoh bahwa tim masih butuh Jupe. Saat itu Jupe menjadi starter dan Persib bisa meraih kemenangan. Sedangkan di dua laga berikutnya ketika bek berusia 30 tahun itu absen, Maung Bandung justru kalah.

“Buktinya bisa dibuktikan, melawan Sriwijaya lebih berat dengan dua lawan ini tapi di belakangnya solid, lawan bagus kita tidak kebobolan. Lawan Medan kita nyerang-nyerang dan ketika serangan balik lihat sendiri, sebentar jadi 2-0,” keluhnya.