Segera Masuki 8 Besar, Ini Klaim Kesuksesan Piala Presiden 2018

Piala Presiden 2018 akan segera memasuki babak delapan besar. Pada 31 Januari mendatang, pengundian tim akan dilakukan. Ketua Steering Comittee Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait mengungkap sejumlah visi-misi serta kesuksesan yang sudah diraih sejauh ini.

Dari sisi transparansi keuangan, pihaknya diaudit oleh lembaga audit yang kompeten di dunia internasional. Meski turnamen itu tidak menggunakan uang negara, audit tetap akan dilakukan.

Ia juga menegaskan tidak ada pengaturan skor. Hal itu terlihat dari tim-tim unggulan yang justru tidak melaju ke babak delapan besar.

“Di bola itu tidak boleh diatur. Kalau mau menang, ya latihan, pilih pemain yang bagus, yang berkarakter, pelatih yang bagus, latihan yang benar,” kata Maruarar.

Dari sisi industri, ada banyak pihak yang diuntungkan. Mulai dari pemilik klub, manajer, pemain, pelatih, hingga suporter.

Di sektor ekonomi, Piala Presiden juga dipandang mendatangkan manfaat positif bagi pengusaha, terutama pengusaha kecil dan menengah.

“Pedagang kaki lima, pedagang asongan, setiap menit 70 (dalam pertandingan) itu diumumkan, pada saat water break yang kedua. Kenapa? Kita harus ada manfaatnya bagi rakyat kecil,” ungkap Maruarar.

Publik juga disuguhkan pada sebuah tontonan berkualitas. Sebab, banyak laga di Piala Presiden yang menarik untuk disaksikan. Rating pertandingan juga cukup tinggi.

Sedangkan untuk klub, panitia terus memantau hak dan kewajiban klub. Jangan sampai klub tidak menerima hak dan tidak menjalankan kewajibannya.

“Dan tentu (secara umum) ada kekurangan dan akan kita perbaiki,” ujar Maruarar.

Sementara itu, khusus untuk Piala Presiden di Grup A yang digelar di Bandung, ada sejumlah keluhan yang dihadapi. Salah satunya karena adanya pungutan liar (pungli).

Di beberapa titik menuju stadion, calon penonton dipungut Rp5-10 ribu setiap titik dengan dalih untuk biaya parkir. Tapi, hal itu terjadi beberapa kali hingga tempat parkir. Akibatnya, calon penonton harus merogoh kocek lebih dalam sebelum bisa masuk ke stadion.

Sebab, permintaan uang yang dilakukan oleh orang-orang berkedok ormas itu bersifat memaksa. Calon penonton pun pasrah meski harus mengeluarkan uang berkali-kali.

Menanggapi hal itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan kelak jika ada pungli di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, maka akan ditindak tegas.

“Itu faktor sosial, kalau polisi fakta yuridis. Tunjukkan (kalau ada pungli), saya sikat. Jangan katanya-katanya. Nanti saya tertibkan. Terima kasih masukannya,” tegas Agung.

Ia juga menjanjikan akan memperketat masuknya botol minuman oleh calon penonton jika ada pertandingan lagi di sana. Hal itu untuk mencegah terjadinya pelemparan ke arah lapangan maupun pemain lawan.

Nantinya, botol minuman 300 mililiter diperbolehkan dibawa masuk. Tapi untuk yang lebih dari kapasitas itu, maka akan dilarang untuk dibawa, termasuk pedagang yang berjualan minuman.

liga88
loading...