Arema 0-0 Bhayangkara: Singo Edan ke Perempatfinal

Bermain di hadapan pendukungnya sendiri yang memadati Stadion Kanjuruhan, Arema FC menjadi kubu pertama yang mengambil inisiatif serangan. Memanfaatkan sisi kiri lapangan, Atayef mengirim umpan lambung ke kotak penalti Bhayangkara FC (BFC). Beruntung bagi BFC, masih ada Vujovic yang mampu menghalau bola.

Tak ingin terus didikte oleh Singo Edan, BFC memberikan ancaman nyata ke gawang Arema di menit keenam. Berawal dari hadiah tendangan bebas di dekat kotak penalti, Yoo Joon yang menjadi eksekutor melepaskan tendangan yang sayangnya masih membentur tiang gawang. Bola kemudian dibuang jauh oleh Alfarizi.

Memasuki menit ke-11, Atayev nyaris saja membuat Arema unggul lebih dulu atas BFC. Gelandang asing asal Turkmenistan tersebut mencoba melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Sial baginya, arah bola masih sedikit menyamping dari gawang.

Pemain asal Brasil yang barus saja resmi dikontrak oleh BFC, David da Silva menampilkan performa yang mengagumkan di menit ke-24. Menguasai bola, dengan seorang diri, ia melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Arema, sebelum melepaskan tembakan keras. Sayang, tendangannya terlalu keras hingga melambung di atas mistar.

Menjelang tujuh menit jelang berakhirnya waktu normal babak pertama, pemain kedua kesebelasan sempat terlibat keributan. Hal itu menyusul tekel keras yang dilancarkan Hanih ke arah Ichsan.

Akibat tekel Hanih tersebut, Ichsan mengalami cedera serius dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Pelatih Simon McMenemy pun memasukkan Wahyu untuk menjadi pengganti Ichsan.

Hingga mendekati menit-menit babak pertama, baik Arema maupun Bhayangkara masih belum bisa mengonversi peluang yang mereka ciptakan menjadi gol. Alhasil, skor imbang 0-0 mengiringi langkah pemain ke ruang ganti.

Babak Kedua

Sekembalinya dari istirahat turun minum, Arema kembali menjadi kubu pertama yang melancarkan serangan berbahaya ke jantung pertahanan BFC. Hasilnya, di menit ke-47, mereka langsung mendapat peluang emas untuk mencetak gol.

Wasit memberi hadiah tendangan bebas bagi kubu Arema dekat kotak penalti. Atayev ditunjuk sebagai algojo mengirimkan bola yang mengarah tepat ke gawang. Beruntung bagi BFC, kiper Panggih mampu membaca arah bola dan menepisnya.

Memasuki menit ke-63, Bhayangkara nyaris membuat publik Stadion Kanjuruhan terdiam. David da Silva mengirimkan umpan matang ke arah kotak penalti. Sayang, Hargianto yang dituju gagal menembak dengan kekuatan penuh, yang membuat bola dengan mudah ditangkap Kartika Aji.

Di menit ke-72, peluang emas Arema untuk membuka keunggulan harus buyar setelah Thiago Furtuoso melepaskan tembakan yang melebar dari gawang BFC. Padahal, saat itu ia hanya berhadapan satu lawan satu dengan Panggih.

Sadar waktu pertandingan semakin menepis, Simon McMenemy memasukkan salah satu penyerang andalannya, Dzumafo yang menggantikan Hargianto. Sayang, masuknya Dzumafo tidak membuat BFC bisa membuka keunggulan. Skor kacamata pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Dengah hasil imbang tersebut, Arema berhak melangkah ke babak perempatfinal dengan status pemuncak klasemen Grup E Piala Presiden 2018. Mereka memiliki poin yang sama dengan BFC, yakni lima poin, namun unggul produktivitas gol.

Susunan Pemain Kedua Tim:

Arema FC: Kartika Aji, Arthur, Purwaka, Alfarizi, Syaiful, Hanif, Atayev, Hendro, Rodrigo, Dendi (c), Thiago.
Cadangan: Utam, Zaenuri, Agil, Revi, Ridwan, Hardianto, Dedik.
Pelatih: Joko Susilo

Bhayangkara FC: Panggih, Putu Gede, Vujovic, Yoo Joon, Hargianto, Paulo, Ichsan, Alsan, David, Jajang (c), Marinus.
Cadangan: Fauzal, Ambrizal, Nurhidayat, Dendy, Mofu, Dzumafo, Wahyu.
Pelatih: Simon McMenemy.