Malapetaka Jika Arema Imbang Lawan Bhayangkara FC

Pesepakbola Arema Cronus mengikuti latihan fisik dan strategi di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Selasa (3/11). Latihan tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi Kompetisi Piala Jendral Sudirman yang akan mulai digelar pada pertengahan bulan November 2015. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc/15.

Pelatih Arema FC, Joko Susilo, tak mau timnya bermain imbang melawan Bhayangkara FC. Menurutnya, kemenagan adalah harga mati dan bisa membuat mereka lebih tenang.

Arema akan berhadapan dengan Bhayangkara FC di pertandingan terakhir Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/1/2018) lusa.

Dalam hitung-hitungan, Arema dan Bhayangkara FC hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos ke babak perempatfinal. Arema saat ini mengemas nilai empat di peringkat pertama, sedangkan BFC di peringkat dua dengan jumlah poin yang sama.

Jika Arema ditahan imbang BFC, poin kedua tim sama-sama lima, meski Arema tetap di puncak klasemen karena unggul secara agregat gol.

Beda ceritanya andai Persela Lamongan menang besar dengan selisih lebih dari dua gol atas PSIS Semarang, maka Arema bisa tergelincir ke peringkat kedua dan peluang lolos sebagai runner-up terbaik sangat kecil mengingat Bali United dan PSMS Medan di grup lain sudah mengantongi dua dari tiga jatah tiket lolos tersebut.

“Memang bisa lolos dengan hasil seri, tapi riskan sekali harus menunggu hasil pertandingan lainnya, kami tetap ingin hasil yang terbaik, jangan menyepelekan situasi ini, karena itu bisa menjadi malapetaka,” ujar Joko Susilo.

“Kalau kita bisa menang dari Bhayangkara FC kenapa tidak, kan biar lebih aman, meskipun kami tahu kekuatan Bhayangkara FC saat ini, kami mengerti, anak-anak harus siap, fokus, untuk pertandingan nanti,” pungkas pelatih yang akrab disapa Gethuk.