Kandidat Utama Pengganti Kurnia Meiga di Arema FC

Siapa kiper utama Arema FC dalam ajang Piala Presiden 2018 masih belum bisa ditebak. Tapi jika melihat dari tiga kali uji coba pramusim lawan PSIS Semarang dan Barito Putera, nama Joko Ribowo layak dikedepankan. Karena saat dapak kesempatan bermain, dia masih belum kebobolan.

Sementara itu, Utam Rusdiana sudah kebobolan dua gol. Sedangkan Kartika Ajie satu gol. Dua kiper lainnya Tedi Heri dan Reky Rahayu memang belum kebobolan.

Akan tetapi Tapi keduanya belum dapat kesempatan bermain dalam uji coba. Meski lebih unggul dari segi statistik, Joko masih respek dengan empat kiper Arema lainnya. Karena sampai saat ini belum ada kepastian dari tim pelatih siapa yang akan jadi kiper utama Singo Edan, setelah Kurnia Meiga sakit dan absen lama berlaga di lapangan.

“Semua masih berpeluang untuk jadi starter. Karena komposisi tim masih belum ditentukan,” kata kiper yang akrab disapa Hulk karena badannya yang gempal ini.

Kepada Bola.com, Joko tidak memungkiri jika ingin melanjutkan catatan cleansheet dalam ujicoba ke ajang Piala Presiden jika memang akhirnya dapat kesempatan bermain.

“Semua kiper, tentu tidak ingin kebobolan. Karena itu saya akan berusaha keras untuk mengawal gawang Arema,” jelas mantan kiper Mitra Kukar ini.

Untuk merealisasikan target tersebut, Joko tidak bisa bekerja sendirian. Karena dia juga bergantung kepada kekompakan tim. “Kerja kiper juga akan lebih mudah jika pemain kompak. Arema sudah punya modal itu. Karena tim ini sekarang sudah kompak luar dan dalam,” jelas pemain asal Jepara ini.

Joko sendiri terlihat cepat akrab dengan para pemain Arema. Karena dia pernah bermain di Malang bersama Persema. Sehingga kiper 28 tahun ini sudah lebih dulu mengenal beberapa pemain Arema. “Saya sendiri juga harus membaur dengan pemain lain. Karena itu penting untuk nantinya bisa terbawa ke lapangan,” imbuhnya.

Sejak bergabung Arema FC, Joko lebih memilih tinggal di mes. Di sana ia mengaku bisa lebih dekat dengan pemain lain. Lantaran setiap hari bisa bertemu dan berkomunikasi. Padahal biasanya pemain yang sudah berkeluarga memilih untuk menyewa rumah.

“Keluarga saya ada di Jepara. Beberapa waktu kemarin sempat saya ajak ke Malang untuk liburan. Setelah mereka kembali, saya berkumpul lagi dengan pemain lain di mes,” ujar Joko.