Jandia Eka Ditolak Halus Semen Padang Buat Kembali

Keinginan Jandia Eka Putra kembali membela klub kampung halamannya, Semen Padang bertepuk sebelah tangan. Tim Kabau Sirah tidak membuka pintu kembali buat kiper yang baru saja batal bergabung dengan PSPS Pekanbaru.

Jandia Eka pemain yang loyal membela Semen Padang. Kiper gondrong kelahiran 14 Juli 1987 tersebut sudah bergabung dengan Tim Urang Awak sejak 2009. Usai Semen Padang degradasi dari Liga 1, ia jadi salah satu pemain yang tak diperpanjang kontraknya.

Keputusan manajemen Semen Padang saat itu adalah karena PSSI menerapkan regulasi pembatasan pemain senior di pentas Liga 2. Belakangan aturan main itu ditinjau ulang. Setiap tim kasta kedua boleh bebas mendaftarkan pemain tanpa batasan usia berapapun.

Regulasi tersebut tentunya membuka kans bagi SemenP adang merekrut kiper senior. Pasalnya saat ini Kabau Sirah baru memiliki tiga penjaga gawang yang berusia di bawah 25 tahun. Mereka adalah Mukhti Alhaq (24 tahun), Achmad Iqbal Bachtiar (20) dan Rendy Oscario (20).

Meski begitu, tidak serta merta tim pelatih membuka kesempatan kembali menggunakan jasa Jandia Eka yang sempat beberapa kali dipanggil membela Timnas Indonesia tersebut.

Pasalnya, pelatih kiper SP, Zulkarnain Zakaria, menilai posisi penjaga gawang sudah full. Semen Padang tidak butuh tambahan kiper.

“Kami fokus mengorbitkan penjaga gawang baru. Itu makanya, kiper yang kita pakai usianya muda semua,” ujar pelatih kiper asal Banda Aceh itu, Jumat (19/1/2018).

Zulkarnaian menilai, kapan lagi kiper muda menunjukkan kemampuan mereka serta mendapat jam terbang, jika posisi itu tetapdi pegang oleh pemain senior.

“Kemungkinan kami tidak akan menggunakan jasa Jandia Eka pada musim ini. Untuk musim berikutnya bisa saja, tergantung kebutuhan tim,” tutur Zulkarnain Zakaria.

loading...