Soal Kartu Merah, Kiper Persebaya Merasa Tak Punya Pilihan

Kiper Persebaya Surabaya, Mizwar Saputra, harus keluar lapangan setelah dijatuhi kartu merah oleh wasit Jerry Ali asal Bogor di menit ke-16. Pada pertandingan Persebaya menjamu PS TNI pada matchday pertama Grup C Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (18/1/2018), penjaga gawang asal Aceh itu dianggap melakukan pelanggaran fatal di luar kotak penalti.

Selain melakukan pelanggaran terhadap penyerang impor PS TNI, Elio Bruno Teixeira Martins, Mizwar juga dianggap dengan sengaja menghentikan bola dengan tangannya.

Insiden tersebut membuat Persebaya harus bermain dengan 10 pemain di saat laga masih menyisakan 74 menit. Kalah jumlah pemain membuat Persebaya harus puas berbagi angka 1-1 dengan PS TNI.

Mizwar mengaku menyesal telah membuat kesalahan yang berakibat ia diusir keluar lapangan. Namun, pemain berusia 21 tahun ini merasa tak punya pilihan lain lantaran tinggal berhadapan satu lawan satu dengannya.

“Kalau menyesal itu pasti karena ini baru pertandingan pertama, dan saya harus absen di pertandingan berikutnya. Padahal, sebelum pertandingan ini saya tidak sabar ingin segera bermain di turnamen ini,” tuturnya.

Mizwar meminta maaf kepada publik Surabaya dan Bonek Mania. Ia berharap, apa yang ia lakukan bisa dimengerti. Sebab, upaya yang dilakukan Mizwar adalah aksi penyelamatan dari kebobolan.

Seperti diketahui, penyerang PS TNI itu terlepas dari kawalan pemain belakang Persebaya. Jika tak diadang Mizwar, gawang Persebaya besar kemungkinan kebobolan.

Pelatih kepala Persebaya, Angel Alfredo Vera, juga melakukan pembelaan terhadap Mizwar. Menurutnya, apa yang dilakukan Mizwar adalah murni upaya penyelamatan.