Diterpa Eksodus Pemain Bintang, Bhayangkara Mengaku Kian Kuat

Kehilangan sejumlah pemain pilar macam Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan Ilija Spasojevic tak membuat Bhayangkara FC rapuh. Sebaliknya, klub berjuluk The Guardian ini mengaku kian kuat menjelang musim 2018.

Usai menjuarai Liga 1 musim 2018, Bhayangkara FC ditinggal sejumlah pemain pilarnya. Spasojevic memilih hengkang ke Bali United. Sementara, melalui drama panjang, Evan dan Ilham akhirnya bermain bergabung dengan Selangor FA. Selain tiga pemain ini, mereka juga kehilangan Zulfiandi yang merapat ke Sriwijaya FC.

“Saya rasa, kami tak banyak kehilangan atau mengubah komposisi tim. Kami justru banyak menambah kekuatan. Saya rasa, kami lebih kuat kali ini,” ujar Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy.

McMenemy menyebut kehilangan Evan dan Spaso tak terlalu berpengaruh pada kekuatan skuatnya. Pasalnya, ketika Spaso masuk, mereka telah berada di papan atas klasemen sementara Liga 1 musim lalu.

“Sementara, Evan sendiri bisa dikatakan tak banyak bermain bersama kami karena ia banyak memperkuat tim nasional,” tuturnya.

Racikan McMenemy, usai kehilangan sejumlah pemainnya ini, bakal diuji pada ajang Piala Presiden 2018. Pada ajang ini, The Guardian berada di Grup B, bersama Arema FC, PSIS Semarang, dan Persela Lamongan.

Sementara itu, untuk menambah kekuatan timnya, McMenemy mendatangkan sejumlah pemain, termasuk Herman Dzumafo dan Vladimir Vujovic. Namun, ada seorang pemain yang saat ini masih terganjal kedatangannya. Pemain tersebut adalah playmaker asal Liberia, Zah Rahan Krangar.

McMenemy sendiri mengaku peluang mereka mendatangkan eks penggawa Persipura Jayapura ini masih belum jelas. Karenanya, pelatih asa Skotlandia ini menyiapkan rencana cadangan.

“Ada sejumlah opsi yang kami siapkan,” tutup eks pelatih Timnas Filipina ini. (den/asa)