Borneo FC Ungkap Penyebab di Balik Alotnya Negosiasi Kontrak Lerby Eliandry

Presiden Borneo FC, Nabil Husein, mengungkapkan jika hingga saat ini proses negosiasi perpanjangan kotrak Lerby Eliandry terus berjalan. Meskipun belum ada kata sepakat antara pihak Lerby dan manajemen klub berjuluk Pesut Etam tersebut.

Nabil menegaskan jika pihaknya tak ingin terburu-buru dalam proses negosiasi untuk memperpanjang masa bakti penyerang 26 tahun tersebut. Ia pun mengungkapkan salah satu alas an yang membuat belum terjadinya kesepakatan karena Borneo tak ingin terburu-buru.

“Kita belum ada sepakat, Borneo tidak mau buru-buru dalam negosiasi,” ujar Nabil.

“Sambil jalan, toh si pemain masih nyaman di Borneo,” tambahnya.

Status sebagai putra daerah tampaknya membuat Borneo yakin jika pada akhirnya Lerby akan setuju untuk memperpanjang kontrak bersama mereka. Sebagai informasi, kontrak Lerby Eliandry bersama Borneo FC memang telah berakhir pada 31 Desember lalu, dan saat ini pemain 26 tahun itu berstatus free transfer.

Akan tetapi, Borneo FC masih berusaha melakukan negoisasi dengan Lerby untuk mempertahankan sekaligus memperpanjang masa bakti pemain yang mencetak 16 pada Liga 1 2016. Pembaharuan kontrak Lerby dan Borneo FC dilaporkan berjalan alot lantaran sang pemain meminta nilai kontrak yang lebih tinggi untuk musim berikutnya bersama Pesut Etam.

Borneo FC nampaknya masih berusa melakukan berbagai penawaran atas nilau yang diminta Lerby.  Di musim 2017 lalu, Lerby menjadi pemain yang berkontribusi besar bagi Borneo dengan  torehan 16 gol dan empat assist dari 32 penampilan, sekaligus menjadikannya pencetak gol terbanyak untuk klub asal Kalimantan Timur tersebut.

loading...