Suramadu Super Cup Jadi Ajang Reuni Pemain Asal Tulehu

Turnamen Suramadu Super Cup (SSC) bukan hanya ajang silaturahmi dan uji coba antar tim. Turnamen pramusim itu juga bisa menjadi ”reuni” antar pemain. Tidak terkecuali pemain asal Desa Tulehu yang membela dua tim berbeda.

Yakni, M. Rifad Marasabessy dan Irsan Rahman Lestaluhu. Keduanya sama-sama membela Madura United. Kemudian, Ramdani Lestaluhu yang berseragam Persija Jakarta. Ketiga pemain tersebut bisa bertemu dalam pertandingan perdana di SSC yang berlangsung pada Senin malam (8/1) di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Ketiganya bertemu untuk melepas rindu. Sebab, sudah cukup lama tak bertemu karena kesibukan klub masing-masing. ”Kami belum sempat jalan-jalan bersama karena Ramdani sudah dipanggil ke timnas,” ujar Rifad.

Ya, Ramdani harus berangkat menuju Bogor untuk melakukan persiapan membela Timnas Indonesia Selection yang akan menghadapi Islandia pada 11 Januari. Ramdani menjadi salah satu pemain yang masuk dalam tim Garuda, selain Greg Nwokolo dan Bayu Gatra.

Ketiga pesepak bola asal Tulehu ini memang berbeda generasi. Namun, sesama pesepak bola mereka memiliki pandangan yang sama. ”Sepak bola itu memang profesi kami, kami mencari nafkah dari sini,” imbuh Irsan.

Desa Tulehu berada di Kecamatan Sala Hutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku itu. Desa tersebut terkenal dengan sebutan desa sepak bola. Sebab, dari desa itu lahir banyak pesepak bola nasional. Tidak sedikit dari mereka yang membela timnas Indonesia. ”Sejak kami lahir memang sudah diajarkan bermain sepak bola oleh orang tua,” ujar Irsan dengan sedikit aksen bahasa Ambon.

Bahkan, setiap bayi laki-laki yang telah berumur 7 bulan,akan dilakukan upacara tradisi khas Tulehu. Yakni mengolesi kaki mereka dengan rumput yang diambil dari lapangan Matawaru, lapangan sepak bola paling sakral di Tulehu. Itu merupakan tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Banyak nama-nama pemain asal Tulehu,yang mampu mengisi skuad timnas. Di antaranya Rifad dan Irsan. Mereka merupakan pemain Timnas Indonesia U-19. Sementara Ramdani Lestaluhu merupakan jebolan timnas U-23.

Meski berbeda klub, namun ketiganya tetap aktif menjalin komunikasi. Rifad dan Irsan mengaku sangat menghormati Ramdani sebagai salah satu pemain senior asal Tulehu. ”Ramdani itu jadi contoh kita sebagai generasi muda pesepak bola asal Tulehu, baik di luar maupun di dalam lapangan. Dia pemain yang mampu memimpin kami,” ungkap Rifad.

Sama halnya dengan Irsan. Dia menganggap Ramdani sebagai salah satu panutan buat pemain muda. Sementara Ramdani mengaku cukup senang bertemu dua pesepak bola yang saat ini membela Madura United tersebut. ”Mereka pemain muda yang berbakat. Perjalanan mereka masih panjang, saya harap mereka lebih sukses dari saya,” ujar Ramdani.

Rifad maupun Irsan sudah mengenal satu sama lain. Baik di kampung halaman maupun di timnas U-19. Bahkan di Madura United, mereka satu kamar. ”Biasanya kami mendengarkan musik bersama, itu saja sih yang kerap kami lakukan,” tutur Rifad.

Sementara Irsan yang baru kali pertama bergabung bersama skuad Laskar Sape Kerrap mengaku senang bisa satu tim bersama Rifad. ”Kami bisa saling memotivasi untuk meningkatkan kemampuan tim,” ujar Rifad.

Sebagai pendatang baru di Pulau Madura, Irsan mengaku masih berupaya memberikan yang terbaik. Yakni, selalu masuk starting up eleven di tiap pertandingan Madura United musim ini. ”Target kedua bisa membawa Madura United juara,” tambah pemain 18 tahun tersebut.