Kurang Duit, Persipura Terancam Batal Ikut Piala Presiden

Kurang dari sepekan lagi Piala Presiden 2018 akan digelar, tepatnya pada 16 Januari 2018. Akan tetapi, kepastian keikutsertaan salah satu tim favorit juara, Persipura Jayapura, masih belum jelas. Ada beberapa alasan mengapa Persipura masih belum pasti ikut turnamen pramusim Liga 1 tersebut.

Kabar jika Persipura belum pasti ikut serta di ajang Piala Presiden 2018, disampaikan langsung oleh Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano. Benhur mengungkap timnya sudah mendapatkan dana dari sponsor, Bank Papua, sebesar Rp8,5 miliar.

Namun demikian, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan tim untuk ikut andil dalam Piala Presiden 2018. Selain itu, masalah dana juga berpengaruh kepada kesiapan tim. Sebab hingga saat ini, armada Mutiara Hitam juga kekurangan pemain. Hal ini adalah dampak dari masalah dana yang tengah dialami Persipura.

Benhur juga mengungkap, sampai saat ini PT. Liga Indonesia Baru (LIB), belum membayarkan hak-hak tim yang belum dibayar. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua mengungkap, jumlah tunggakan PT. LIB kepada Persipura mencapai Rp15-20 miliar.

“Seperti yang diketahui tim Persipura sudah mendapatkan sponsor dari Bank Papua sebesar (Rp)8,5 M tetapi masih sangat jauh dari yang manajemen harapkan dan tim ini masih butuh dana yang besar dari sponsor lain seperti PT. Freeport yang sampai sekarang belum memberikan respons lebih untuk mensponsori atau tidak”, ujar Benhur di Instagram resmi klub.

Persipura sebenarnya sudah tergabung dalam Grup B Piala Presiden 2018 bersama Martapura FC, Barito Putera, dan Mitra Kukar. Boaz Solossa cs juga sudah dijadwalkan bakal melakoni matchday 1 Grup B Piala Presiden 2018 kontra Martapura FC, Rabu 17 Januari 2018.