Egy Maulana Vikri Harus Pulang Jika Timnas Membutuhkan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sangat mendukung karier Egy Maulana Vikri yang kemungkinan besar akan segera merumput di Eropa. Namun, Menpora mengingatkan bahwa bintang muda andalan Timnas Indonesia U19 itu harus pulang jika negara membutuhkan, termasuk jika Egy Maulana Vikri masuk skuad tim nasional untuk Asian Games 2018 mendatang.

“Ketika timnas membutuhkan termasuk dalam sukses Asian Games 2018, maka tidak boleh tidak, harus pulang ke tanah air untuk memperkuat timnas,” tegas Imam Nahrawi usai bertemu dengan Egy Maulana Vikri dan agennya di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Jakarta beberapa waktu lalu.

“… dan Pak Dusan Bogdanovic (agen Egy Maulana Vikri) menyampaikan bahwa regulasi FIFA mengharuskan seperti itu. Ketika timnasnya membutuhkan maka wajib hukumnya untuk pulang ke tanah air,” lanjutnya.
“Bermain di mana pun itu sah dan wajar. Tapi ketika timnas membutuhkan, dia harus pulang bela timnas dan itu ada di regulasi FIFA. Itu yang harus dilakukan Egy Maulana Vikri,” imbuh Menpora mengulangi.

Egy Maulana Vikri baru saja pulang dari Prancis setelah mengikuti trial di sejumlah klub di sana. Tak hanya dari Prancis, beberapa klub dari negara Eropa lainnya disebut-sebut juga berminat kepada pemain muda asal Medan ini.

Pemerintah, kata Menpora, memberikan kebebasan kepada Egy Maulana Vikri untuk memilih klub mana yang ia inginkan. “Apresiasi yang sangat luar biasa dari pemerintah, Kemenpora tentunya sangat mendukung, mensuport, memberikan ruang untuk memilih klub mana dan negara mana dia pilih,” tuturnya.

“Tapi yang terpenting pemerintah mendorong, mendukung agar siapapun terutama Egy Maulana Vikri berhak memiliki klub dan negara mana yang akan menjadikannya pemain profesional, hebat dan membawa harum Indonesia di dunia internasional,” sambung Menpora.