PSISra Sragen Prioritaskan Pelatih Lokal

Persiapan PSISra Sragen jelang kompetisi musim depan bakal mulai dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) manajemen pekan depan. Dalam pertemuan tersebut, Laskar Sukowati akan membahas mengenai penunjukan manajer, pelatih, seleksi pemain hingga kemungkinan menggaet investor.

Musim lalu PSISra meraih hasil cukup apik dengan menembus semifinal Liga 3 zona Jawa Tengah (Jateng) hanya dengan bermodalkan pemain muda. Meski tahun ini kemungkinan besar bakal berlaga di Liga 4, PSISra berupaya tetap all out menghadapi kompetisi.

Sekjen PSISra, Eko Mulyono, mengatakan pemilihan manajer dan pelatih bakal didahulukan dalam persiapan tim. “Seperti tradisi sebelumnya, kami memprioritaskan pelatih lokal,” ujar Eko saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (6/1/2018).

Eko mengklaim kualitas pelatih lokal di Bumi Sukowati tak kalah dibanding arsitek dari kota besar. Hal itu ditunjukkan PSISra musim lalu saat dinakhodai putra daerah, Mulyadi. Meski sempat dipandang sebelah mata, Ahmad Wilarso dkk. mampu membalikkan prediksi dengan mencapai fase semifinal Liga 3 zona Jateng.

Namun demikian, Eko menampik sinyal menunjuk pelatih lokal diartikan sebagai mempertahankan pelatih lama. “Kami belum tahu, Pak Mulyadi sekarang kan juga sedang membesut tim Sragen untuk Porprov 2018. Penggodokan kandidat baru akan dimulai di rakor pekan depan,” ujarnya.

Eko mengatakan penunjukan pelatih bakal didahulukan agar seleksi pemain lebih efektif. Musim lalu, seleksi dipimpin oleh beberapa pelatih lantaran belum adanya penunjukan pelatih resmi. “Alur manajerial tim akan mulai kami rapikan. Pertama kami akan menunjuk manajer, kemudian pelatih, baru seleksi pemain,” imbuh Eko.

Disinggung kemungkinan menggaet investor yang sempat diapungkan akhir musim lalu, pihaknya masih melakukan penjajakan. Menurut Eko, suntikan dana investor dibutuhkan karena dana dari KONI Sragen kemungkinan berkurang tahun ini. Dana untuk cabang olahraga sepak bola dibagi untuk persiapan tim Porprov.

“KONI sudah merestui apabila tim mau merapat ke sejumlah pengusaha,” kata dia. Eko menambahkan kebutuhan tim selama semusim memang tak sedikit. “Kemarin saja dengan materi pemain muda kami habis Rp300 juta lebih,” tuturnya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*