Sidoarjo Bisa Menjadi Markas Kedua Persebaya

Stadion Gelora Delta Sidoarjo cukup representatif untuk menjadi markas Persebaya Surabaya. Meski bukan sebagai markas utama, Sidoarjo bisa digunakan sebagai venue ketika menggelar pertandingan-pertandingan non big match.

Sidoarjo merupakan kandidat utama apabila Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya batal menjadi tuan rumah turnamen Piala Presiden 2018. Sidoarjo sangat layak menggelar pertandingan besar. Apalagi, Stadion Gelora Delta pernah menjadi venue Piala AFF U-19 tahun 2013 silam.

Manajer Persebaya, Chairul Basalamah mengakui bahwa pihaknya mendapat tawaran untuk boyongan ke Sidoarjo. Tawaran itu muncul seiring mencuatnya kabar tentang ‘penderitaan’ Persebaya yang merasa kurang mendapat dukungan di Kota Pahlawan.

“Pasti kami pikirkan tawaran dari Sidoarjo. Tapi kami harus lihat apakah tawaran itu menjadi sebuah solusi,” ucap Chairul. Salah satu aspek yang membuat Persebaya berpikir ulang untuk hijrah ke Sidoarjo adalah kapasitas Stadion Gelora Delta.

Stadion yang menjadi markas Persida dan Deltras Sidoarjo ini hanya mampu menampung maksimal 35 ribu orang. Sedangkan jumlah penonton pertandingan Persebaya bisa lebih dari 50 ribu orang. “Tidak mungkin teman-teman Bonek bisa tertampung semua,” imbuh Abud, sapaan akrab Chairul.

Tapi, tak semua pertandingan Persebaya dipadari oleh 50 ribu penonton. Hanya pertandingan-pertandingan akbar saja. Alhasil, peluang Sidoarjo untuk menjadi kandang kedua Green Force masih terbuka. Utamanya dalam menggelar pertandingan-pertandingan non big match.(saf)