Isu Larangan Pemain ke Luar Negeri, AFC Akan Selidiki PSSI

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan melakukan penyelidikan terhadap PSSI untuk melihat ada atau tidaknya pelanggaran terhadap regulasi FIFA.

Hal itu berkaitan dengan status Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn, dua pemain Indonesia yang belum juga bergabung ke Selangor FA dan diduga mendapat larangan dari PSSI.

Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, menyebut AFC harus memeriksa regulasi yang diimplementasikan oleh PSSI terkait masalah itu. Investigasi akan dilakukan oleh AFC jika ternyata masalah ini melanggar regulasi yang dimiliki oleh FIFA sebagai induk olahraga sepak bola dunia.

“Berdasarkan kabar yang beredar, aksi (pelarangan) tersebut lebih kepada pemain Indonesia untuk memperkuat tim nasional mereka. Saya pikir itu tergantung kepada sang pemain untuk memutuskan. Namun, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan saat ini karena baru diajukan,” ujar Datuk Windsor Paul John seperti dilansir Berita Harian.

“Jika regulasi tersebut sedang diatur (oleh PSSI), AFC harus terlebih dulu melihat apa arti dari regulasi tersebut dan jika terbukti melanggar peraturan FIFA dan AFC, kami dapat memulai penyelidikan karena pemain bebas untuk bermain di klub mana pun dan di negara mana pun,” lanjutnya.

Permasalahan terkait belum bergabungnya Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn ke Selangor FA semakin besar setelah Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memberikan ultimatum akan mencoret pemain Indonesia dari keanggotaan PSSI jika tetap mengikat kontrak dengan klub luar negeri, di mana sorotannya adalah Evan Dimas dan Ilham Udin.

Alasan yang diungkapkan PSSI tak lebih kepada adanya kekhawatiran jadwal kompetisi di luar negeri membuat dua pemain yang memang diproyeksikan ke Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 itu akan sulit untuk bergabung dengan persiapan menuju pesta olahraga Asia itu.

Selangor FA pun dikabarkan akan mengambil tindakan tegas dengan mengadukan permasalahan ini kepada FIFA seandainya Evan Dimas dan Ilham Udin tak kunjung datang untuk bergabung dengan skuat berjulukan Gergasi Merah itu lantaran larangan dari PSSI.