PT LIB BICARA SOAL WAKTU RUPS & BESARAN SAHAM KLUB LIGA 1

Satu bulan lebih Liga 1 telah berakhir pelaksanaannya. Akan tetapi, PT Liga Indonesia (LIB) masih mempunyai sejumlah catatan yang harus diselesaikan mulai dari tunggakkan subsidi, hingga belum dilangsungkannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Padahal, RUPS merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap perusahaan. Bahkan sebenarnya pemilik saham yang notabene klub Liga 1 bisa meminta RUPS kepada direksi PT LIB.

Mengingat, pemilik saham mempunyai hak untuk memperoleh segala informasi terkait perusahaannya setelah tutup buku yang dalam ini berakhirnya kompetisi. RUPS adalah pemegang kekuasaan tertinggi di sebuah perusahaan.

Akan tetapi, CEO PT LIB Risha Adi Wijaya, mengungkapkan alasan belum menggelar RUPS. Menurutnya, pihaknya bakal terlebih dahulu melakukan audit baru melaksanakan agenda tersebut.

Risha, menyebutkan kemungkinan, RUPS baru dihelat pada Maret atau April 2018. Namun, ia menyatakan bisa saja jadwal tersebut lebih cepat dari waktu telah disebutkannya di atas.

“Jadi rencananya setelah lewat tahun ini kami akan menggunakan jasa audit internasional untuk mengaudit PT LIB,” kata Risha saat dihubungi wartawan.

“Apakah ada kemungkinan ini [RUPS] jadi awal? Itu bisa-bisa saja. Tapi bicara auditnya belum teraudit nanti dari sisi finansialnya,” ia menambahkan.

Selain itu, Risha menyatakan kalau saham klub telah dibagi dengan besaran yang sama. Meski, beberapa waktu yang lalu klub-klub kompetisi kasta teratas Tanah Air, mengakui belum tahu berapa persen saham yang dimilikinya di PT LIB.

Sosok yang pernah memegang jabatan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini, mengaku semua klub telah tanda tangan ketika pendirian PT LIB ke notaris. Dalam surat tersebut telah ada besaran saham yang dipunyai setiap klub.

Kendati demikian Risha tak mau menyebutkan secara rinci saham yang dipunya setiap klub. Ia menyatakan PSSI hanya memegang satu persen saham di LIB dan sisanya dimiliki oleh klub. “Tinggal dibagi saja 99 perseb dibagi 18 [klub].”

Bila merujuk dengan pernyataan yang dilontarkan Risha, berarti setiap klub memegang saham 5,5 persen di PT LIB. Oleh karena itu, ketika pembagian keuntungan semua klub wajib mendapatkan besaran yang sama.