Lisensi Pelatih Asing di Tangan AFC

Lisensi pelatih asing yang menanangani klub Liga 1 musim baru nanti mendapat perhatian lebih dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Terutama kepada para juru taktik yang berasal dari Conmebol alias zona Amerika Selatan. Misalnya, Argentina dan Brasil.

Menurut Chief Operating Oficer PT LIB Tigorshalom Boboy, para pelatih tersebut perlu mendapat pengakuan atau verifikasi dari AFC (konfederasi sepak bola Asia) terkait dengan lisensi mereka. Tujuan pengakuan AFC itu menyatakan lisensi mereka setara dengan yang diwajibkan di Liga 1.

Sesuai dengan pasl 38 regulasi Liga 1, pelatih kepala sekurang-kurangnya bersertifikat A AFC atau setara yang mendapat pengakuan dari AFC. ’’Jadi, semua pelatih asing yang ada di Indonesia harus melegalisasi lisensi kepelatihannya ke AFC. Terutama dari Brasil dan Argentina,’’ kata Tigor.

Lantas, mengapa verifikasi lisensi itu lebih difokuskan kepada Brasil dan Argentina? Tigor menjelaskan, dua negara tersebut bergabung dalam Conmebol yang negara anggotanya tidak mengenal strata kepelatihan layaknya di AFC maupun UEFA. Sangat berbeda dengan di Indonesia yang untuk level nasional ada strata kepelatihan, mulai D nasional sebagai level kepelatihan paling dasar hingga A nasonal untuk level tertinggi yang dikeluarkan federasi. Sedangkan di level Asia, ada C AFC, B AFC dan A AFC yang dikelurkan konfederasi.

’’Nah, untuk lisensi di Conmebol, yang bisa membedakan lisensi kepelatihan mereka layak atau tidak untuk memegang tim kompetisi level tertinggi tanah air adalah AFC,’’ beber pria yang akrab disapa Tigor itu. ’’Jadi, klub tanah air yang sementara menggunakan jasa pelatih asing dari dua negara itu bisa mengirimkan permohonan ke federasi untuk kemudian dikomunikasikan dengan AFC terkait status lisensi kepelatihan mereka,’’ jelasnya.

Saat ini setidaknya ada empat klub peserta Liga 1 yang menggunakan jasa pelatih dari Brasil dan Argentina. Mereka adalah Persebaya Surabaya dengan Angel Alfredo Vera asal Argentina serta tiga pelatih asal Brasil, Gomes de Oliviera (Madura United), Jacksen F. Tiago (Barito Putera), dan Stefano ’’Teco’’ Cugurra (Persija Jakarta).

Terkait dengan itu, Manajer Persebaya Choirul Basalamah mengatakan, pihaknya baru mendengar ketentuan terkait kewajiban untuk mendapatkan pengakuan atau verifikasi dari konfederasi sepak bola Asia itu. ’’Yang kami tahu, kalau ada pelatih asing sudah pernah memegang tiga tim di suatu negara, secara otomatis tidak ada masalah lagi dengan lisensi kepelatihannya,’’ ujarnya.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Abud itu mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha menempuh semua permintaan dan syarat yang diatur oleh federasi atau operator. ’’Sebagai tim baru dengan status promosi, kami harus mengikuti alur dan prosedur. Jadi, tidak ada masalah bagi kami untuk urusan lisensi pelatih,’’ terangnya.

Saat ini, rata-rata empat pelatih yang disebut di atas memiliki performa yang bagus di Indonesia. Alfredo bahkan dalam dua musim beruntun membawa tim yang dilatihnya juara. Persipura Jayapura juara Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 dan Persebaya juara Liga 2 musim lalu. Sedangkan Jacksen yang paling berprestasi. Dia empat kali juara Liga Indonesia, yakni sekali bersama Persebaya dan tiga kali dengan Persipura.