Klub Punya Hak untuk Tidak Ikut Piala Presiden

Klub-klub yang diundang untuk ikut turnamen Piala Presiden 2018 memiliki hak untuk menolak keikutsertaan mereka. Hal tersebut ditegaskan oleh anggota Steering Committee Piala Presiden, Risha Adi Wijaya.

Turnamen Piala Presiden 2018 rencananya akan digelar mulai Januari mendatang. Pihak penyelenggara sudah mengirimkan undangan pada 20 tim.

Sama seperti sebelumnya, Piala Presiden memiliki format home tournament dan terbagi dalam beberapa grup. Untuk edisi ketiga ini, ada lima kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah masing-masing grup yaitu Bandung, Surabaya, Malang, Bali, dan Makassar.

“Peserta memang formatnya sama yaitu dari Liga 1 ada 15 klub, promosi tiga klub, dan dari Liga 2 di rangking empat dan lima. Jadi total tim yang kami undang ada 20 klub,” ujar Risha kepada Bola.net, Sabtu (30/12/2017).

Namun, Risha menyatakan bahwa klub-klub tersebut tak akan dipaksa untuk ikut. Jika ada tim yang tidak berkenan untuk gabung, maka tak akan ada sanksi untuk klub tersebut.

“Itu kembali ke haknya masing-masing klub, tapi kalau kami melihatnya Piala Presiden ini sudah dipastikan dan sudah di-declare oleh PSSI juga sebagai preseason menuju ke Liga 1 musim 2018,” kata CEO PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) ini.

Namun Risha menambahkan, sebaiknya klub-klub tersebut mengikuti Piala Presiden. Sebab, turnamen tersebut pasti akan sangat bermanfaat bagi mereka untuk melihat sejauh mana kekuatan calon-calon lawan di kompetisi mendatang.

“Ini suatu turnamen yang cukup dan sangat berarti buat klub ikut karena mereka akan beradu kompetisi dengan klub-klub ini juga di Liga 1. Jadi ini sebagai ajang percobaan, men-setting tim, atau mencoba melawan klub-klub yang nantinya akan bertemu lagi. Jadi suatu turnamen yang menurut saya cukup berarti dan cukup untuk klub ikuti,” tutupnya.