Surabaya Mungkin Batal jadi Tuan Rumah Piala Presiden

Persebaya Surabaya memiliki dua alasan kuat yang bisa membuat mereka tak tampil di Piala Presiden 2018 atau menolak jadi tuan rumah. Persiapan yang belum matang ditambah faktor stadion memaksa mereka hanya bisa pasrah menanti keputusan pihak-pihak terkait.

Seperti diketahui, Kota Surabaya ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah Piala Presiden. Di Ibu Kota Jawa Timur itu sendiri terdapat setidaknya dua stadion, Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 Nopember Tambaksari, namun masalahnya, Persebaya mengalami sedikit friksi dengan Pemkot Surabaya terkait penggunaan stadion.

“Pertama gini, Persebaya itu masih trauma satu hal, kita ada masalah sama stadion, kita tidak di-support oleh Pemkot surabaya. Di Celebration Game (lawan PSS Sleman) sudah gak kuat, untuk kesekian lagi, kita dikerjain, kemarin itu chaos, tapi chaos-nya diadain,” kata Chairul Basalamah, manajer Persebaya saat menghadiri Awarding Night Liga 1 Indonesia 2017 di Hotel Mulia.

Chairul menceritakan bahwa di laga tersebut banyak kekacauan sehingga ia ragu akan menerima penunjukkan Surabaya sebagai tuan rumah. Ia mengaku sulit untuk berkoordinasi dengan pengelola komplek olahraga atau stadion karena hal yang ia sendiri tak paham mengapa.

“Kali ini kita harus ngomong, karena kemarin (celebration games) kejadian sangat chaos, orang pulang sampai jam 2 pagi, jam 3 pagi, jatuh di parit, kita diam, tapi yang diserang kita, panpel gak siap lah. Anda boleh tanya, dulu, kepolisian kalau mau ada pertandingan, silakan tanya panpel yang lama, Persebaya selalu dapat harga (sewa) spesial,” ketusnya lagi.

“Ya gimana lagi, Mas, saya juga ngeri, kemarin Celebration Game ada yang meninggal satu. Mau nambah lagi? Serem lho. Ini tim-tim besar yang nanti datang. Bayangin kalau satu grup sama Persib, penuh ini stadion. Kita nunggu (suporter) mati lagi? Gak relevan. Bukan kita gak mau (tuan rumah Piala Presiden),” tandas Chairul menambahkan.

Selain faktor non-teknis, Persebaya juga mengalami problem teknis. Pelatih kepala mereka, Alfredo Vera, sudah ijin meninggalkan Surabaya ke Argentina untuk liburan dan mencari pemain asing di sana.

Manajemen klub bukannya tidak aware dengan persiapan Piala Presiden. Chairul menegaskan sudah berusaha menahan kepergian Alfredo Vera karena masih menunggu jadwal pasti Piala Presiden.

Hal itu mengakibatkan seluruh penggawa Bajul Ijo–julukan Persebaya belum melakukan latihan yang dipimpin langsung oleh Alfredo. Menurut Chairul, ini juga menjadi pertimbangan penting.

“Kita kemarin menunggu soal jadwal, tapi tidak keluar-keluar, ya kita putuskan untuk libur, coach Vera sudah terlanjur ke Argentina, kembalinya masih lama, gak mungkin untuk ikut (Piala Presiden),” sambung Chairul.

“Kita jujur menghargai keinginan liga (soal tuan rumah Piala Presiden), kita pribadi masih ingin ikut, tapi kondisinya begitu, ada dua hal penting, coach masih di argentina, dan kita gak punya stadion.”

“Saya gak tau, kita bukan pemilik stadionnya, nanti biar liga yang menentukan,” tambahnya.