PSSI Berjanji Tunggakan Dana Klub Beres Januari 2018

Menjlang bergulirnya Liga 1 2018 pada Februari mendatang, PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih dihadapkan pada permasalahan tunggakan dana untuk klub.

Pada awal akan bergulirnya Liga 1 musim lalu, operator kompetisi akan memberikan dana sebesar Rp. 7,5 miliar, tetapi hingga musim berakhir dan juara telah didapatkan, dana belum dialokasikan dengan baik.

Sedikit menyinggung musim lalu, permasalahan terkait aspek bisnis ini sudah tercium pada Oktober 2017 silam. Saat itu sebanyak 15 klub mengancam akan mogok untuk berlaga karena mereka menganggap ada yang tidak beres dengan PT LIB selaku operator kompetisi.

Untuk mencoba menyelesaikan permasalahan ini, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membawa kedua pihak dalam satu ruang untuk berdiskusi dan mencari jalan keluar. Setelah pertemuan itu, aspek bisnis yang berkaitan dengan keuangan tidak kembali menjadi perdebatan.

Musim berakhir, masalah ini kembali dibahas dan hingga saat ini masih belum mendapatkan penyelesaiannya. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, berjanji masalah subsidi untuk klub akan segera diselesaikan pada Januari mendatang. Supaya masalah ini tak kembali terulang, Edy berharap ada perbaikan yang dilakukan operator untuk musim mendatang.

“Secepat mungkin selesai, usahakan di bulan ini atau paling lambat Januari,” ujar Edy saat menghadiri Malam Penghargaan Liga 1 2017 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017) malam.

“Kita harapkan 2018 lebih baik dan lebih lancar. Pelunasan dari PT Liga ada hambatan karena administrasi, ada komunikasi dengan para sponsor. Ini perlu diperbaiki agar 2018 tak terulang lagi,” tutup Edy.

Sebelumnya, PT LIB berjanji akan melunasi seluruh tunggakan dana subsidi dan hak siar kepada 18 klub Liga 1 pada Desember ini. Madura United mengaku PT LIB masih menunggak sebesar Rp 3 miliar.

loading...