Masih Marak Calo Tiket, Inilah Dua Langkah PSSI Hindari Masalah Tersebut

PSSI sudah memiliki cara untuk meminimalisir adanya praktik percaloan dalam penjualan tiket tim nasional Indonesia. Menurut Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, ada dua cara yang akan ditempuh oleh federasi.

Pertandingan timnas tak pernah lepas dari isu adanya praktik percaloan. Pasalnya, tiket begitu cepat ludes meskipun banyak suporter yang mengantri sejak pagi-pagi buta.

PSSI kemudian memutuskan untuk menjual tiket pertandingan timnas secara online. Hal itu dimulai dari laga antara Indonesia Selection versus Islandia di Stadion Maguworajo, Sleman, Jogjakarta, pada 11 Januari 2018.

Inilah cara pertama federasi untuk membatasi pergerakan para calo. Sebab, pembelian melalui dunia maya memiliki persyaratan yang cukup ketat.

“Pertama, apabila 90 persen sudah laku secara online dan masyarakat sudah bergerak ke arah online, maka itu bisa kami data dengan baik karena orang-orangnya akan benar-benar by name itu terdata,” ujar Tisha.

“Utamanya apabila kita main di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), itu nanti akan langsung single seat by name dan by number juga. Jadi salah satu antisipasi yang paling utamanya adalah dengan pemindahan budaya kita untuk membeli online,” tambahnya.

Sementara untuk cara kedua, PSSI akan tetap menggunakan aturan lama. Sistem ini lebih condong mengarah untuk mencegah masuknya tiket palsu masuk ke dalam stadion.

“Yang kedua tentu hal-hal konvensional berupa screening, sweeping, dan lain sebagainya akan kami lakukan,” tutup Tisha.

loading...