Suporter PSMS Tidak Ingin Timnya Jadi Musafir

Suporter PSMS ternyata masih memiliki trauma tim kesayangannya tidak bisa bermain di kota sendiri. Hal itu pernah terjadi saat PSMS bermain di ISL 2008/2009.

Ketika itu dalam kompetisi musim pertama peralihan dari kasta tertinggi Divisi Utama, PSMS sama sekali tidak bisa bermain di Medan, dalam hal ini Stadion Teladan. Penyebabnya karena stadion tidak memenuhi syarat.

Kini setelah PSMS kembali promosi ke kasta kompetisi tertinggi, Liga 1, suporter tidak ingin lagi kejadian 10 tahun lalu itu terulang. Oleh karena itu sekitar 1.000 suporter PSMS telah mendatangi Pemkot Medan untuk segera menyelesaikan renovasi Stadion Teladan.

Kondisi yang ada saat ini di Stadion Teladan, dinilai masih sama ketika gagal lolos verifikasi untuk venue kompetisi level tertinggi. Untuk itu suporter menagih janji percepatan renovasi, apalagi Liga 1 2018 diproyeksikan bergulir mulai 24 Februari mendatang.

“Kami tidak ingin PSMS menjadi tim musafir lagi seperti 2008. Pemkot Medan harus lebih serius mengurus Stadion Teladan,” kata Lawren Simorangkir, Ketua SMeCK Hooligan, salah satu kelompok suporter PSMS.

Menanggapi aksi ini Wakil Walikota Medan Akhyar berjanji dan memastikan perbaikan Stadion Teladan sudah selesai sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir. Semua pihak disebutnya terus bekerja, mulai Dinas Pertamanan dan Kebersihan sampai instansi terkait lainnya.

“Kami pastikan segera siap semuanya. Komitmen kami bisa dipegang. Pemkot Medan juga sudah memegang poin verifikasi stadion. Intinya PSMS tetap akan bermain di Medan, ini tekad kita bersama. PSMS jangan sampai menjadi tim nomaden,” kata Wakil Walikota Akhyar Nasution.