Pemain Timnas di Klub Luar Komitmen Utamakan Skuat Garuda

Pemain timnas Indonesia yang diproyeksikan turun pada Asian Games 2018 berjanji tetap menomorsatukan prestasi skuat Garuda. Ikrar itu menyusul pilihan karier sejumlah penggawa Merah Putih yang akan berkompetisi di liga luar negeri pada musim 2018 mendatang.

PSSI khawatir kiprah luar negeri para penggawa Garuda merusak rencana dan persiapan timnas menuju Asian Games. Sebab kerap terjadi halangan dari klub-klub tempat pemain berkompetisi untuk pulang membela skuat nasionalnya. “Kami (PSSI dan pemain) mencari solusi untuk sinkronisasi antara jadwal klub dan timnas,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Rabu (13/12).

Ratu menegaskan, PSSI tak ingin komunikasi yang minim antara federasi dan klub tempat pemain berkompetisi musim depan menjadi halangan bagi kepentingan timnas. Sebab itu, ia menerangkan, PSSI pada Selasa (12/12) memanggil para pemain yang berkompetisi di liga luar negeri.

Para pemain yang dipanggil tersebut ada enam. Yakni Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armayin yang keduanya menjadi pemain Selangor FA di Liga Malaysia. Ada juga Andik Vermansyah yang sudah empat musim bersama Selangor FA. Lainnya, Ryuji Utomo yang memilih berkarier di Divisi II Liga Thailand PTT Rayong. Dua pemain lainnya, yakni Kartika Aji dan Gavin Kwan Adsit.

PSSI memanggil para pemain itu bukan di markas federasi. Melainkan, di Markas Korps Strategi Angkatan Darat (Makostrad) tempat Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi berkantor saban hari. Selain enam pemain tersebut, sebetulnya masih ada beberapa pemain timnas yang juga merumput di liga luar negeri.

Seperti Ezra Ruud Walian yang bergabung dengan Almere City di Liga Belanda. Pun Egy Maulana Vikry yang berencana melanjutkan kiprah profesionalnya di La Liga Spanyol. Akan tetapi, PSSI mengkhususkan pemanggilan tersebut bagi pemain-pemain yang merumput di Malaysia dan Thailand.

Sejak Rabu (6/12), Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi sudah merencanakan akan memanggil para pemain timnas yang merumput di Liga Malaysia dan Thailand. Rencana pemanggilan sebetulnya berawal dari pertanyaan wartawan tentang pandangan PSSI menengok para pemain timnas yang memilih hijrah bersama klub-klub di Malaysia dan Thailand.

Alih-alih bangga dan senang dengan karier internasional para penggawa Garuda, Edy justru cemas dengan pilihan karier para pemain asuhan Luis Millas Aspas tersebut. “Siapa dia? Kok enak benar dia kontrak-kontrak,” ujar Edy ketika itu.

Edy mengatakan, semestinya para pemain tersebut tetap bertahan di kompetisi dalam negeri. Meski tak ada masalah berpindah klub, namun harapan dia agar tetap bertahan memakmurkan Liga 1 Indonesia. Akan tetapi persoalannya, salah satu alasan hengkang ke liga luar lantaran menyangkut upah bermain yang lebih pantas. Pun juga kompetisi yang lebih sehat.

Akan tetapi Edy mengaku tak suka dengan alasan tersebut. “Kalau mata duitan repot deh kita. Ndak ada jiwa juangnya,” sambung dia.

Jenderal bintang tiga itu punya alasan sendiri tentang kecemasannya terhadap sejumlah pemain timnas tersebut. Sebab dengan bermain di Liga Malaysia dan Liga Thailand, akan mudah bagi dua negara tersebut mendikte cara bermain para penggawa Garuda saat membela timnas.

Bagi Edy dua negara di Asia Tenggara tersebut merupakan rival terberat Indonesia di sepak bola. Terutama Harimau Malaya yang dalam setahun ini berjaya dengan berhasil menaklukkan skuat Garuda di semua level usia. “Nanti akan saya panggil mereka segera,” ujar Edy ketika itu.

Rencana pemanggilan tersebut, pun terealisasi pada Selasa (12/12) di Makostrad. Namun Tisha mengatakan, pertemuan tersebut bukan menyangkut pernyataan dari ketua umum PSSI. Menurut Ratu, pernyataan bosnya tersebut tak bisa diterapkan dalam meninggikan profesionalitas para pemain. “PSSI tidak selalu bisa campur tangan dengan masalah kontrak bermain para pemain dengan klub,” sambung Ratu.

Sebab itu Ratu menegaskan, pertemuan antara PSSI dan para penggawa Garuda Indonesia hanya ingin memastikan Asian Games terlewati dengan hasil yang membanggakan. “Kami koordinasi dengan pemain untuk memprioritaskan timnas Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games,” ujar dia.

Andik sebagai salah satu penggawa senior di skuat Garuda mengatakan, seharusnya PSSI tak perlu risau dengan konsistensi para pemain yang merumput di luar negeri. Kata dia, meski para rekannya itu berkompetisi bersama klub asing, namun timnas Indonesia merupakan prioritas utama. “Klub pasti memberikan kesempatan untuk membela timnas,” ujar Andik.

Meski demikian, Andik mengakui sempat terkendala memperkuat skuat Garuda saat Piala AFF 2017. Tetapi kendala tersebut, bukan lantaran klub. Melainkan, jadwal timnas yang muncul belakangan ketimbang rencana tanding kesebelasannya yang sudah tersusun setahun sebelum gelaran.

Ilham menambahkan, dirinya pun memastikan akan memprioritaskan kebutuhan timnas Indonesia ketimbang klubnya. “Saya tetap akan memprioritaskan timnas. Jadi sejauh ini tidak ada masalah bagi saya bermain di luar dan bermain di timnas,” kata dia.

loading...