Stadion PTIK Tidak Layak untuk Kompetisi

STADION Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dinilai tidak layak sebagai home base Bhayangkara FC.

Juara Liga 1 2017 itu mengutarakan niatnya menggunakan Stadion PTIK untuk menjadi markas baru musim depan. Namun, harapan tim ini buru-buru ditepis operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Menurut Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigor Shalomboboy, Stadion PTIK jauh dari kata layak untuk venue pertandingan. Apalagi level kompetisi yang akan dijalankan ialah Liga 1. Stadion tersebut dinilai lebih pas untuk lokasi latihan tim dibandingkan dipaksakan untuk venue pertandingan.

“Sulit ya. Itu standar lapangan latihan, bukan lapangan stadion. Harus diingat level kompetisi seperti apa, karena itu penting buat kita. Kalau kita izinkan nanti yang lain memilih menggunakan tempat latihan juga. Jangan sampai ada omongan seperti itu. Kita sudah punya standar ya kita jalankan saja,” jelas Tigor di Jakarta, Rabu (13/12).

Sebelumnya Manajer tim Bhayangkara FC Sumardji mengaku pihaknya siap merenovasi Stadion PTIK sehingga memenuhi syarat sebagai venue pertandingan. Jika tidak ada ganjalan, stadion tersebut akan dimaksimalkan untuk laga kandang yang tidak memerlukan banyak penonton dari pendukung tim tamu. Sedangkan, untuk markas utama akan tetap menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi.

“Kami berharap untuk stadion tersebut dapat digunakan untuk laga kandang yang tidak menghadirkan banyak suporter tim tamu. Misal jika melawan Persija Jakarta, kami harus mencari stadion yang lebih besar,” ujarnya, Selasa (12/12).

Penampakan Stadion PTIK sangatlah simpel dengan satu tribun di sisi timur. Kapasitas pun diperkirakan hanya dapat menampung 500 penonton saja. Dilihat dari fasilitas lain seperti ruang ganti pemain, ruang wasit, ruang media dan lain-lain pun belum sepenuhnya terpenuhi. Terlebih standar stadion harus memiliki lahan parkir yang luas juga tidak dimiliki stadion ini.

Syarat lain yang belum terpenuhi oleh ialah fasilitas pencahayaan. Tapi jika melihat kualitas rumput di stadion yang berada di wilayah Kebayoran Baru ini, sudah cukup memadai.

Sementara itu, verifikasi stadion peserta kompetisi musim depan akan dilakukan Januari 2018. Selain Stadion PTIK, beberapa stadion baru klub promosi perlu diperiksa kembali kelayakannya. Semisal Stadion Gelora Bung Tomo markas Persebaya Surabaya, atau Stadion Sultan Agung yang rencananya akan ditempati PS TNI.

“Paling lambat Januari (verifikasi), Desember ini baru mengumpulkan data untuk minta nominasi mana aja yang akan digunakan,” imbuh Tigor.

Di sisi lain, Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade secara khusus menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota. Kedatangan Gede merupakan upaya melobi penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk kompetisi Liga 1 2018 dan turnamen Piala AFC 2018.

SUGBK telah selesai tahap renovasi menyambut Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. Namun, kepentingan SUGBK kini berada di bawah tanggung jawab Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC). Tugas Sandiaga ialah turut membantu berkomunikasi dengan Ketua INASGOC Erick Thohir.

“Kewenangan SUGBK tengah menjadi milik INASGOC. Saya sempat membicarakan dengan petinggi INASGOC dan menemui mereka secara resmi. Bapak Wakil Gubernur telah berjanji menemui ketua INASGOC untuk memberikan izin kepada Persija,” jelas Gede. (OL-4)