Persipura Tuntut LIB Segera Lunasi Tunggakan Subsidi Klub

Persipura Jayapura menuntut operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera melunasi subisidi klub peserta Liga 1 2017. Sekretaris Umum Persipura Rocky Bebena mengungkapkan, sampai hari ini manajemen timnya belum menerima pelunasan subsidi klub peserta kompetisi yang pernah dijanjikan.

Rocky meminta agar LIB tak berlama-lama dengan tunggakan tersebut. Sebab kata dia, para pemain dan ofisial timnya juga membutuhkan dana. Apalagi kata dia, untuk kebutuhan menjelang perayaan hari raya Natal 2017. “Kami memohon kiranya hal ini bisa segera diselesaikan oleh LIB,” kata dia dalam rilis resmi klub yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (13/12).

Rocky pun yakin, desakan serupa bukan cuma datang dari tim Mutiara Hitam. Tapi menurut dia, tim-tim peserta Liga 1 lainnya juga merasakan yang sama. Kami yakin dan percaya LIB akan menuntaskan persoalan ini. “Hanya saja kami berharap tidak dalam yang lama,” sambung dia.

Bukan cuma mendesak LIB akan segera melunasi subsidi klub peserta Liga 1 yang belum terbayar. Persipura juga mendesak agar operator segara melunasi hak klub terkait pembagian nilai dan keuntungan klub dari penyiaran pertandingan di sejumlah televisi yang menyiarkan Liga 1 2017.

Subsidi klub memang menjadi persoalan yang tersisa dari Liga 1 2017. Kompetisi sepak bola nasional tahun ini pungkas sudah. Akan tetapi PSSI maupun Liga Indonesia baru LIB selaku federasi dan operator kompetisi masih menyisakan tunggakan. Terutama angsuran subsisi peruntukan klub-klub Liga 1 pun Liga 2 2017.

Subdirektur di LIB, Tigorshalom Boboy mengakui sejumlah tunggakan dalam nilai besar. Kepada Republika, pada Rabu (29/11) pernah menyampaikan persoalan tersebut. “Tapi kami tak mau lari dari tanggung jawab. Klub juga tahu itu. Kami akan selesaikan secepatnya,” kata Tigor.

LIB penanggung jawab penggelontoran dana subsidi kompetisi. Kata Tigor, LIB akan berkordinasi untuk menuntaskan hak para kesebelasan tersebut. Termasuk akan melakukan penagihan terhadap sejumlah sponsor yang belum menuntaskan materi kerja sama dengan LIB saat liga bergulir.

Karena salah satu kendala dananya memang di pencairan beberapa sponsor. Tapi bukan sponsor utama sambung dia. Sponsor utama Liga 1 dan Liga 2 musim ini, yaitu perusahaan transportasi daring dan jasa tiketing serta perhotelan berbasis nirkabel.

Namun PSSI dan LIB selama liga bergulir, banyak menggandeng sponsor lain. Bahkan sebelum liga digelar PSSI pernah mengklaim memegang kontrak kerja sama dan penjualan hak siar Liga 1 dan Liga yang jika ditotal nilainya tak kurang dari Rp 500 miliar.

Tetapi, nilai tunggakan federasi dan operator kepada klub-klub saat ini bisa mencapai lebih lebih dari Rp 30 miliar. Tigor menjelaskan nilai tersebut berupa tunggakan pembayaran subsidi klub selama tiga bulan. Besaran perbulannya mencapai Rp 625 juta.

Nilai itu untuk setiap klub di Liga 1. Di kompetisi utama musim 2017, ada 18 kesebelasan. Artinya ada tunggakan subsidi yang belum lunas sebesar Rp 1,87 miliar. Jika 18 klub dikalikan nilai tiga bulan tunggakan, PSSI dan LIB berhutang sebesar Rp 33,75 miliar.

Jumlah itu belum ditambah Rp 1,5 miliar nilai subsidi terakhir yang harus dibayarkan. “Semua klub terutama di Liga 1 kami akui subsinya memang belum dibayarkan semua,” ujar Tigor.