Madura United Tagih Pembayaran Hak Siar Pertandingan di Liga 1

 Suara sumbang tentang dana subsidi sekaligus tidak jelasnya pembagian hak siar klub Liga 1untuk musim 2017 kembali mengemuka. 

Setelah Bhayangkara FC menagih subsidi pada PT Liga Indonesia Baru, selaku operator, kini giliran Madura United melakukan hal sama.

Liga 1 musim 2017 sudah usai sejak pertengahan November lalu dengan Bhayangkara FC sebagai juara dan Bali United jadi runner-up.

Saat ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun sudah menyiapkan beberapa hal jelang dimulainya musim kompetisi 2018.

Namun, sebelum persiapan musim 2018 digelar lebih jauh, Madura United mengingatkan bahwa PT LIB masih belum menuntaskan kewajiban mereka pada musim sebelumnya.

 
Laskar Sape Kerap, julukan Madura United, ingin PT LIB segera membagikan hak siar atau profit sharing komersial.

“Belum ada laporan dari profit sharing hak siar. Kami berharap segera ada kejelasan untuk itu,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PT PBMB) selaku badan hukum dari Madura United, Ziaul Haq.

Menurut Zia, PT LIB harusnya segera memanggil klub untuk menjelaskan ihwal pembagian hak siar televisi ini.

Sebab, klub juga butuh kejelasan seperti apa hasilnya. Selain itu, klub juga membutuhkan dana tersebut untuk memulai musim baru.

Pada saat klub-klub sudah mulai persiapan musim 2018, dana sisa subsidi yang masih tertunggak dan sharing profit hak siar akan sangat berharga untuk mereka.

Hal ini bisa jadi modal awal bagi klub untuk mengontrak pemain untuk musim 2018.

“Menagih hak adalah kewajiban. Karena kewajiban setiap klub selama satu musim sudah terpenuhi,” tutur Ziaul Haq.

PT LIB menerapkan sistem yang berbeda dibanding kompetisi tahun sebelumnya.

Operator Liga tidak memberikan hadiah pada klub yang menjadi juara.

Tetapi sebagai gantinya, ada pembagian keuntungan dari hak siar televisi yang dibagi sesuai dengan rating.