Diancam Bonek Soal TMS, Ini Tanggapan Bhayangkara FC

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji enggan berkomentar terkait ultimatum dari suporter Persebaya Surabaya, Bonek terkait penggunaan Transfer Matching System (TMS). Namun ditegaskannya, masalah TMS akan segera tuntas.

Sebelumnya, Andie Peci sebagai pentolan pasukan Bonek sudah memberikan tenggat waktu pada Bhayangkara FC terkait pengembalian TMS. Tanggal 12 Desember 2017 merupakan hari terakhir setelah ultimatum tersebut dirilis.

Menanggapi hal tersebut, Sumardji tak mau memberikan komentarnya sama sekali. Dia justru menyarankan masalah tersebut sebaiknya langsung ditanyakan pada pihak PSSI sebagai pihak yang lebih kompeten untuk menjawab.

“No coment. Silahkan tanyakan ke federasi [PSSI],” ujar Sumardji kepada Bola.net, Senin (11/12/2017).

Namun, Sumardji menegaskan bahwa masalah TMS ini tak akan dibiarkan berlarut-larut. Sebab, Bhayangkara FC tak akan menggunakan akun TMS Persebaya lagi. Ia memastikan jika tim berjuluk The Guardian akan memakai TMS sendiri.

“Yang pasti musim depan atau 2018, Bhayangkara FC menggunakan akun TMS sendiri,” tutupnya.

TMS sendiri punya peran yang krusial bagi sebuah klub untuk aktivitas perpindahan pemain. Sebab, akun TMS ini dipakai untuk meregistrasi transfer pemain antar federasi sepakbola yang berbeda. (fit/asa)

loading...