Harapan Persebaya Surabaya untuk PT LIB dan PSSI

Perjalanan Persebaya Surabaya mengarungi Liga 2 2017 memang penuh cerita. Selain keberhasilan mereka menjadi kampiun di kompetisi kasta kedua persepakbolaan Indonesia serta promosi ke Liga 1 2018, Persebaya juga merasakan hal kurang mengenakkan. Salah satunya tentang sengkarut babak 8-besar.

“Kami (pernah) terkena penundaan jadwal berkali-kali. Kami juga (pernah) tidak mendapat kejelasan (jadwal) berkali-kali. Harapan kami, hal itu tidak terjadi kembali. Karena sponsor yang lihat pun pasti akan bertanya kepada kami kenapa itu terjadi,” ungkap manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

Babak 8-besar bisa dibilang menjadi ujian terberat Persebaya pada musim 2017. Selain mengalami penundaan selama berminggu-minggu, Persebaya juga mengalami pemindahan venue mulai dari Bekasi, Cikarang, hingga akhirnya di Bandung.

“Kalau mau sehat, maka konsistensi dalam menyelenggarakan liga seperti jadwal, perizinan keamanan, jangan sampai konyol. Kemarin di Bandung lebih konyol lagi. Jelang pertandingan selalu deg-degan. Dan bolanya dilemparkan ke Bonek, (operator) cari kambing hitam. Tidak bisa seperti itu lagi,” imbuhnya.

Persebaya juga berharap PT LIB sebagai operator serta PSSI bersinergi dengan pihak kepolisian. Utamanya terkait masalah izin pertandinan. Persebaya berharap apa yang terjadi pada babak 8-besar Liga 2 di Cikarang tak terulang di Liga 1 2018 nanti.

“Liga harus kuat hubungannya dengan masuknya tiga raksasa ke Liga 1 (Persebaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang, Red). Maka harus punya hubungan yang sangat baik sekali dengan pihak kepolisian,” harap keponakan pelatih legendaris Persebaya, mendiang Rusdi Bahalwan itu.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*