Liga 3: Ditahan Sidrap United, Persekabpas Lolos 16 Besar sebagai Juara Grup G

Skuadra Persekabpas akhirnya memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup G babak 32 besar Zona Nasional Liga 3. Status juara grup itu disandang usai Laskar Sakera alias The Lassak meraih hasil imbang 1-1 di laga pemungkas grup G melawan Sidrap United di stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (71/2).
Dengan tambahan satu poin itu, Persekabpas meraih 4 poin dari dua laga (Pelangi Intimung di Grup G didiskualifikasi). Sementara Sidrap juga lolos sebagai runner up.

Meski lolos sebagai juara grup G, namun penamplan The Lassak di laga pemungkas itu, Persekabpas mengalami grafik menurun. Penyakit lama arek-arek The Lassak yang mengentengkan lawan kembali terlihat.

Di babak pertama, permainan kedua tim sama-sama kuat. Kedua tim saling jual-beli serangan. Meski begitu, buruknya penyelesaian akhir dari kedua tim membuat skor 0-0 jadi hasil turun minum.

Di awal babak kedua, para penggawa Persekabpas nampak kedodoran. Hasilnya, Sidrap United berhasil mencuri gol lebih dulu usai pemain bernomor punggung 10 berhasil mengoyak gawang Persekabpas yang dijaga Imam Hanafi lewat headingnya.

Baru usai tertinggal sebiji gol, para penggawa The Lassak pun kembali ke permainan sebenarnya. Nova Hermawan cs mulai tampil menekan tim lawan.

Serangan arek-arek Persekabpas yang dibangun lebih banyak dari sisi flank membuat pertahanan Sidrap United kocar-kacir. Di menit ke 80, full back lincah Persekabpas Edi Susanto yang menyisir sisi sayap kiri Sidrap United melepaskan umpan crossing ke area pertahanan Sidrap United.

Saat striker Rico Hardiansyah hendak menyambut bola itu dengan heading, salah satu defender Sidrap United bernama Sanusi kedapatan menyentuh bola dengan tangan. Wasit pun meniup peluitnya. Tanda terjadi pelanggaran.

The Lassak pun dihadiahi penalti. Sanusi juga dikartu merah. Hal itu berbuah protes dari Sidrap United. Permainan pun sempat terhenti. Gara-garanya, pemain Persidrap mogok main.

Selang lima menit kemudian, laga dilanjutkan. Penalti tetap diberikan. Mesin gol Persekabpas, Rico Hardiansyah tak menyia-nyiakan peluang itu. Skor 1-1 pun bertahan hingga akhir laga.

Usai laga, allenatore Persekabpas, Sunardi mengaku, para pemainnya sempat meremehkan lawan. Hal ini, membuat performa anak asuhnya belum sesuai dengan yang diharapkannya.

“Anak-anak terlalu terlena. Sampai-sampai kurang konsentrasi dan menganggap enteng lawan. Akibatnya, kami tertinggal lebih dulu,” akunya.

Untungnya, kesalahan itu mampu ditebus. Yakni dengan gol balasan sehingga timnya bisa meraih hasil imbang dari tim lawan. Sunardi menilai, kelengahan seperti saat melawan Sidrap United tak boleh terulang di fase 16 besar.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*