Bogor FC, Klub Sepak Bola Baru Kabupaten Bogor

Masyarakat Kabupaten Bogor segera memiliki klub sepak bola profesional baru bernama Bogor FC. Pemilik klub sekaligus Direktur Utama Persikabo, Effendi Syahputra menargetkan Bogor FC bisa berlaga di kasta tertinggi Liga Indonesia tahun ini setelah mengakuisisi salah satu klub.

“Kami masih melakukan negosiasi dengan salah satu klub di Liga 1,” kata Effendi dalam konferensi pers di Stadion Pakansari, Senin, 4 Desember 2017. Ia menegaskan pihaknya telah menyepakati harga akusisi namun pihak klub yang tidak ia sebutkan itu masih mempertimbangkan untuk pindah homebase ke Kabupaten Bogor.

Menurut Effendi, kesempatan berlaga di Liga 2 sebenarnya lebih besar. Ia mengakui ada beberapa klub yang bisa diakuisisi di kasta tersebut. Proses negosiasi juga terus dilakukan dengan klub-klub tersebut khususnya berkaitan dengan pemindahan homebase ke Kabupaten Bogor.

Ia berharap Bogor FC bisa langsung berlaga di Liga 1 meski harus berbagi stadion dengan PS TNI yang sudah terlebih dulu menempati Pakansari. “Idealnya memang di Liga 2. Jadi Bogor punya klub di setiap liga. Liga 1 (PS TNI), Liga 2 (Bogor FC), Liga 3 ada (Persikabo),” kata Effendi.

Pemain bintang
Keputusan di mana Bogor FC berlaga ditargetkan sebelum 2018. Namun Effendi mengaku tetap mempersiapkan pemain bintang untuk memperkuat klub barunya seperti mantan kiper tim nasional Markus Horison, top skorer Liga U-19 dari Bali United Aji Kusuma dan kapten PSPS M Fahri.

“Eka Ramdani masih dalam upaya dibajak dari Lamongan mudah-mudahan cocok di Bogor FC. Selain Markus, kiper ada dua dari Bali United, Putu Pager,” kata dia menyebutkan. Effendi mengaku membuka pintu bagi para pemain asal Bogor untuk bergabung dengan klubnya. Bahkan ia bersedia membayar gaji lebih tinggi dari klub mereka sebelumnya.

Effendi berencana meluncurkan Bogor FC bersamaan dengan perayaan hari jadi ke-44 Persikabo di Stadion Pakansari Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Minggu, 10 Desember 2017 akhir pekan ini. Pada kesempatan itu, kedua klub juga akan melakukan pertandingan persahabatan di sana.

Keberadaan Bogor FC menurut Effendi untuk mewarnai persepakbolaan di Kabupaten Bogor, bukan menyaingi klub yang ada. Meski masih melibatkan orang yang sama, ia menegaskan pengelola Bogor FC dan Persikabo berbeda satu sama lainnya.

Namun ia mengaku bersedia mundur dari jabatan salah satu klub itu bila regulasi yang ada tidak memperbolehkannya. “Kalau di Persikabo saya memegang hak mengelola sampai 2022. Kalau di Bogor FC sebagai pemilik. Mungkin kalau nanti regulasinya harus satu level terpaksa saya harus mundur, harus memilih tidak dua-duanya,” kata Effendi menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli berharap klub baru Bogor FC bermain di Liga 1 bersama PS TNI. “Kalau mereka main di Pakansari bisa menambah pendapatan daerah,” katanya. Ia juga berharap Persikabo bisa lebih berprestasi dan kembali berlaga di Liga 1 bersama PS TNI.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*