Ini Cita-cita Mulia Pasek Wijaya, Bermimpi Tangani Bali United

Di staf kepelatihan Bali United, hanya I Made Pasek Wijaya berstatus putra daerah.

Dengan performa Serdadu Tridatu yang bisa menjadi runner up Liga 1 2017, kontrak jajaran pelatih pun diperpanjang.

Pelatih Kepala bali United Widodo Cahyono Putro mendapatkan tiga tahun perpanjangan kontrak. Untuk asisten pelatih lain termasuk Pasek Wijaya, mendapat perpanjangan dua tahun kontrak.

Suatu saat, Pasek berharap bisa menukangi Bali United. Tentu bukan sekarang, atau tiga tahun mendatang.

Sebab, peraih medali perunggu SEA Games 1989 di Manila, Filipina ini masih berlisensi C AFC. Jelas masih belum bisa menjadi pelatih kepala di sebuah klub penghuni kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

“Suatu saat pasti saya ingin pegang Bali United. Atau setidaknya menjadi pelatih kepala di klub lain. Siapa yang tidak ingin menjadi pelatih kepala,” bebernya.

Jalannya untuk menjadi pelatih kepala sebuah klub juga tidak mudah. Dia harus melewati dua kali kursus kepelatihan.

Beberapa waktu lalau saat Liga 1 masih berjalan, dia sebenarnya mengikuti kursus kepelatihan B AFC. Namun, hal itu urung dilakukan.

“Dua kali kesempatan, dua kali pula gagal. Gagalnya karena terbentur jadwal padat. Tidak mungkin saya meninggalkan tim saat itu. Apalagi Eko (Purdjianto, red) sedang mengambil lisensi A AFC,” ucapnya.

Putra-putra daerah Bali pun ingin diangkat performanya oleh Pasek dan staf pelatih yang lain. Di musim lalu, porsi bermain pemain lokal sudah cukup banyak.

Musim depan, dia ingin 50 persen pemain lokal Bali bisa diberi kesempatan lebih banyak. “Saya ingin mengangkat putra daerah. Apalagi saya tahu bagaimana rasanya bermain di luar Bali.

Pasti ada jenuhnya. 31 tahun saya berpetualang di luar Bali. Dan, inilah saatnya saya membuat bangga tim kampung halaman,” ucap pelatih asal Desa Tumbu, Karangasem itu

loading...