MENPORA TAK INGIN SUPORTER SEPAKBOLA TEBAR KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL

Perkembangan media sosial begitu pesat di masa sekarang ini. Berbagai informasi dapat dengan mudah dicari lewat internet baik yang isinya hal positif maupun negatif.

Oleh karena itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, berkeinginan pecinta sepakbola nasional dapat menggunakan media sosial dengan baik. Mengingat, sering kali ia menemukan suporter berkelahi di media sosial.

“Pemandangan ini membuktikan bahwa sepakbola kita satu, sudah tidak zamannya lagi Bonek-Aremania bertengkar, begitu juga Jakmania-Viking/Bobotoh. Tidak ada lagi ada menebarkan kebencian di sepakbola Indonesia,” ucap Imam dalam acara Talk Show “101 Wajah Media Sosial: Tantangan Milenials” yang masih rangkaian Kirab Pemuda Nusantara 2017 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Sidoarjo, Sabtu (2/12/).

“Sebentar lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, bangsa-bangsa Asia akan datang ke Indonesia untuk mengikuti ajang olahraga ini. Oleh karena itu sejak sekarang, saya minta para pemuda di sini untuk menyebarkan dan menebarkan informasi kebaikan,” tambahnya.

Pernyataan Imam, disambut baik oleh pilar Arema FC Dendi Santoso. Menurutnya media sosial seharusnya dapat digunakan secara baik, tanpa menyebarkan sesuatu yang tidak benar adanya.

“Saya senang ada di acara ini, di mana bisa saling bertukar pikiran untuk menangkal berita hoax. dan saya sendiri tidak terlalu pusing juga dengan berita hoax,” ujar Dendi.

Tak hanya Dendi, pemain Persebaya Surabaya Rendy Irawan pun mempunyai pemikiran yang sama. Rendy menuturkan semua informasi yang beredar di media sosial harus diteliti terlebih dahulu dan dicek kebenarannya.

“Sebagai pemain kita selalu berusaha menebarkan informasi kebaikan baik secara pribadi atau mewakili tim,” tutur Rendy.

Dalam acara tersebut tak hanya Dendi dan Rendy yang hadir. Melainkan kapten Persib Bandung Atep dan bek Persija Jakarta Gunawan Dwi Cahyo juga ambil bagian.