Markas Persebaya Layak, Bagaimana PSMS dan PSIS?

Persebaya Surabaya tidak terlalu repot dalam mempersiapkan diri mengikuti kompetisi Liga 1 yang rencananya dimulai Februari 2018.

Terutama untuk persoalan syarat stadion yang menjadi home base bagi setiap klub peserta.

Sebab, di mata PT LIB (Liga Indonesia Baru), Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya yang selama ini menjadi markas Green Force –julukan Persebaya — sudah memenuhi standar untuk berkompetisi di kasta tertinggi.

Toh, stadion dengan kapasitas 55 ribu penonton itu sejatinya juga ditunjuk menjadi venue babak 8 besar Liga 2 lalu, sebelum akhirnya dipindahkan ke zona netral.

“Kalau dari informasi dan data yang kami miliki, untuk sementara Stadion Gelora Bung Tomo sudah layak,” kata Tigorshalom Boboy, Chief Operating Oficer (COO) PT LIB.

“Tapi, tentu saja, sebelum musim baru bergulir, kami tetap harus melakukan verifikasi secara faktual untuk stadion semua peserta,” beber dia.

Namun, khusus bagi dua tim promosi lainnya, PSIS Semarang dan PSMS Medan, Tigor menegaskan bahwa, mereka harus segera mendaftarkan stadion yang layak untuk menjalankan pertandingan home selama musim depan.

Dalam regulasi kompetisi, setiap klub memang wajib mendaftarkan satu stadion utama dan satu stadion pendamping.

“Jadi, kami berharap untuk PSMS dan PSIS untuk mendaftarkan stadion mereka yang dianggap layak menggelar pertandingan profesional level atas,” kata Tigor.

“Sebenarnya, selain dua tim promosi ini, ada juga beberapa tim yang bertahan yang stadionnya masih jauh dari kata layak,” beber Tigor.

Saat ini, Stadion Jatidiri yang menjadi kandang PSIS sedang dalam tahapan renovasi total, dan diperkirakan baru rampung pada 2019 mendatang.

Sementara Stadion Teladan, Medan yang menjadi markas PSMS Medan, belum diverifikasi oleh operator sehingga belum ada kepastian stadion tersebut layak atau tidak.

Di sisi lain, Ketua Tim Verifikasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) Iman Suroso, menyatakan, 3 klub yang promosi ke Liga 1, akan diverifikasi secara ketat.

Sebab, saat di Liga 2 mereka belum sempat dilakukan verifikasi secara menyeluruh. “Toleransi yang diberikan pada kompetisi liga 2 yang baru saja berlalu, tidak akan terulang lagi,” ucap Iman. (ben)