PSSI JANJI TIDAK ADA PERUBAHAN REGULASI DI TENGAH KOMPETISI MUSIM DEPAN

Regulasi di kompetisi Tanah Air sering kali mengalami perubahannya setiap memasuki musim baru. Hal ini berbeda dengan kompetisi Eropa yang tak mengubah peraturan secara signifikan sehingga tak membingunkan klub.

Contoh paling nyata adalah penerapatan pembatasan usia di Liga 1 dan klub diwajibkan memainkan U-23 sebanyak tiga orang dari menit awal. Peraturan tersebut tentu sangat mengejutkan karena tidak ada yang melakukan hal serupa dalam kompetisi manapun di dunia ini.

Namun, PSSI memutuskan peraturan pemain U-23 tidak diterapkan lagi saat putaran kedua berlangsung. Alasannya karena mereka tidak ingin klub terbebani dengan dipanggil sejumlah pemain buat berlaga di SEA Games 2017.

Sejumlah klub akhirnya mencak-mencak karena dihapusnya regulasi berdampak besar. Mereka harus mencari formasi baru lagi dan menyesuaikan dengan peraturan yang baru tersebut.

Akan tetapi, khusus musim depan PSSI menegaskan tidak bakal ada perubahan regulasi di tengah jalan. Oleh karena itu saat ini induk sepakbola nasional tersebut sedang mengkaji kekurangan apa saja dari regulasi musim lalu.

“Saya rasa tidak. Regulasi harus menjamin konsistensi dari semua lini, baik itu di level PSSI, Liga Indonesia Baru [operator kompetisi], maupun klub. Tentu ada perubahan-perubahan yang akan dilakukan nantinya lebih konkret untuk kompetisi yang lebih baik,” kata wakil ketua umum PSSI Joko Driyono.

Pria yang karib disapa Jokdri ini melanjutkan, bila regulasi yang sudah jadi akan dibawa ke Kongres Tahunan PSSI yang digelar tahun depan. Nantinya, dari pertemuan tersebut baru bisa diputuskan.

“PSSI sampai 13 Desember menggodok rancangan semua regulasi kompetisi. Finalnya itu di tanggal 13 Januari 2018 saat Kongres PSSI. Seperti yang ditanyakan tadi konsen PSSI tentang marquee player dan regulasi pemain asing. Saat ini, PSSI akan mendalami ini semua. Di tunggu keputusannya,” ujarnya.