Indonesia Kangkangi Guyana di Ranking FIFA, Luis Milla: Itu Tidak Penting!

Menjelang laga melawan Guyana, Sabtu (25/11/17) di Stadion Patriot, Bekasi, pecinta sepakbola nasional cukup antusias menerima kabar baik dimana peringkat Timnas Indonesia melonjak drastis di ranking FIFA. Skuat Garuda kini berada di peringkat 154 dalam daftar ranking FIFA atau naik 11 peringkat dari posisi sebelumnya di 165.

Akan tetapi, hal itu ditangani dengan dingin oleh pelatih Luis Milla yang mengatakan peningkatan ranking sebenarnya tidak terlalu dipikirkanya. Bagi pelatih asal Spanyol itu, hal yang terpenting saat ini bagi tim pelatih adalah sejauh mana peningkatan performa dari para pemain muda yang dipanggil untuk persiapan Asian Games 2018.

“Ranking FIFA bukan yang paling penting, yang paling penting itu soal perkembangan para pemain dan progress di atas lapangan, bermain lebih baik karena kita punya proyek jangka panjang yakni tampil di Asian Games,” tutur Luis Milla.

“Kita ingin melihat sejauh mana apa yang bisa kita capai dengan dimana pemain saya bisa mencapai performa terbaik di Asian Games nanti,” imbuhnya.

Terkait laga esok hari, secara peringkat Indonesia memang lebih unggul dari tim tamu, Guyana yang bercokol di posisi 164 dunia. Namun, pelatih Luis Milla menegaskan ada hal lain yang harus menjadi pembelajaran bagi Skuat Garuda, terutama soal kelebihan tim berjuluk Jaguar Emas itu.

“Guyana tim yang memiliki kekuatan fisik baik, mereka juga mendominasi untuk bola atas dan untuk itu kita harus bisa cari solusinya. Kita pilih lawan mereka karena untuk melihat gaya permainan yang berbeda dari Guyana dan kita butuh itu serta yang paling penting kita bisa dapat pembelajaran dari pertandingan nanti,” tutup Milla saat preskon, Jumat (24/11/17).

Sebagai informasi, pada laga melawan Guyana, Sabtu (25/11/17), pelatih Luis Milla melakukan perubahan drastis dengan hanya memakai satu pemain senior yakni striker naturalisasi, Ilija Spasojevic. Selebihnya, Skuat Garuda berisikan 22 pemain Timnas U-13 dan tiga dari Timnas U-19, yakni Egy Maukana Vikri, Rafli Mursalim dan Luthfi Kamal.

loading...