Alasan PSSI Tunjuk Bima Sakti sebagai Pelatih Timnas Indonesia U-19

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk asisten pelatih tim nasional (Timnas) U-23 Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-19. Menurut PSSI dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat, kebijakan itu dikeluarkan demi penerapan konsep pelatihan berjenjang usia muda pada kategori U-16, U-19, dan U-23.

“Luis Milla akan menjadi pelatih kepala usia muda dan perpanjangan tangan konsep usia muda PSSI. Milla akan menjadi pelatih U-23, sedangkan asisten pelatih U-23 akan menjadi pelatih kepala U-19. Asisten pelatih U-19 akan menjadi pelatih U-16,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Tisha melanjutkan, dengan pergantian tersebut, akan ada masa transisi dari pelatih lama ke pelatih baru. Untuk saat ini, transisi baru akan dilakukan di Timnas U-19, dari Indra Sjafri ke Bima Sakti.

“Dengan demikian diharapkan akan terjadi komunikasi dan pembinaan yang baik di masa transisi dari Indra Sjafri ke Bima Sakti. Indra sendiri akan membantu area pengembangan sepak bola yang sebenarnya,” tutur dia.

PSSI menyatakan bahwa kebijakan kepelatihan berjenjang ini baru akan berjalan mulai Januari 2018, diawali dari Timnas U-19 dan U-23. Sebelumnya, PSSI memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri dan menggeser pria asal Sumatera Barat itu ke wilayah pengembangan sepak bola.

Sementara untuk tim nasional U-16, saat ini masih dipimpin oleh pelatih Fakhri Husaini yang berhasil membawa anak-anak asuhnya ke putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018 di Malaysia. Kriteria pelatih tim nasional di mata PSSI adalah harus sejalan dengan filosofi sepak bola Indonesia (“Filanesia”).

PSSI menginginkan pelatih timnas memiliki kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik. Federasi sepak bola yang berdiri sejak 19 April 1930 ini pun menganggap konsep kepelatihan berjenjang akan mempermudah proses pengembangan tim nasional.

loading...