Liga 2: Pelatih PSPS Waspadai Faktor Non Teknis saat Ladeni PSIS

PSIS Semarang dan PSPS Riau bakal menentukan nasib ke semifinal, saat keduanya bentrok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Bandung, Selasa (21/11/2017) sore. Arsitek PSPS, Marwal Iskandar, menyebut pertandingan ini tak mudah bagi anak-asuhnya.

Pelatih asal Polopo itu menyebut, PSIS tim berkualitas dengan diisi kedalaman skuat yang merata. Apalagi, motivasi anak-anak Semarang dinilainya semakin berlipat usai menang di laga terakhir.

Meski demikian, dirinya tidak memberikan instruksi khusus untuk menjaga salah satu pemain.”Saya tidak hanya mewaspadai satu pemain, namun semua yang ada di PSIS. Artinya tidak hanya pemain, namun keseluruhan PSIS secara tim,” ujar Marwal Iskandar yang menyiratkan faktor non teknis.

Marwal sadar, jika PSIS akan berusaha keras mematikan striker naturalisasi, Herman Dzumafo Epandi. Meski gagal mencetak gol lawan Persebaya Surabaya, namun mantan striker Persib Bandung dan Mitra Kukar itu tetap tampil impresif di usia tua.

”Semua lawan yang berhadapan dengan kami pasti ingin mematikan pergerakan Dzumafo. Itu hal yang wajar. Untuk itu, saya menekankan kinerja lini kedua untuk membongkar pertahanan PSIS,” tegas Marwal yang menjadi bagian tim juara Persipura Jayapura di Liga Indonesia musim 2005 itu.

Baik PSPS Riau dan PSIS berhasrat kuat memperebutkan satu tempat tersisa untuk menemani PSMS Medan, Martapura FC, dan Persebaya Surabaya yang lebih dulu ke babak empat besar Liga 2 2017.

loading...