Hukuman Skorsing Pilar PSPS Diralat Operator Liga 2

PSPS Riau bisa bernafas lega dengan status gelandang Leo Guntara. Mantan pemain Semen Padang itu akhirnya bisa tampil melawan PSIS Semarang pada laga pamungkas 8 besar Grup Y Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Selasa (21/11/2017).

Hal tersebut menyusul diterbitkanya surat baru keterangan larangan bermain. Dalam surat nomor: 233/NLB-LIGA2/XI/2017 yang ditanda-tangani CEO PT Liga Indonesia Baru, Risha Widjaya, 18 November 2011, hanya Dendi Sembiring dan Wazir Kahfi yang tidak bisa memperkuat PSPS melawan PSIS karena hukuman akumulasi kartu kuning.

Sementara di kubu lawan, ada bek M. Rio Saputro yang menjalani larangan serupa. Padahal, sebelumnya dalam surat yang sama, terdapat nama Leo Guntara yang harus absen lantaran mendapatkan tiga kartu kuning.

Selain itu juga ada denda Rp 2 juta akibat akumulasi kartu kuning tersebut.Pelatih PSPS, Marwal Iskandar mengaku lega dengan keputusan tersebut. Sebab berdasarkan hasil rekap pertandingan, terdapat kesalahan pencatatan oleh pengawas pertandingan (PP).

Menurutnya, saat melawan Persebaya Surabaya di laga terakhir, gelandang Fifi Dwipan yang mendapat kartu kuning, namun nama Leo Guntara yang tercatat.

”Awalnya memang Leo tidak dapat kartu kuning melawan Persebaya, termasuk melihat rekaman pertandingan. Makanya kami pertanyakan ke operator Liga. Setelah kami konfirmasi akhirnya ada pemberitahuan baru,” ungkap Marwal kepada Bola.com.

PSPS Riau akan menghadapi laga hidup mati saat melawan PSIS Semarang pada laga pamungkas 8 besar Grup Y Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Selasa (21/11/2017). Kedua tim wajib memenangkan pertandingan agar mendapatkan satu tiket sisa ke semifinal.

Tiga tiket lain sudah digenggam PSMS Medan, Martapura FC, dan Persebaya Surabaya.

Dibanding PSPS Riau, beban PSIS sedikit ringan karena hanya membutuhkan hasil seri untuk lolos. Sementara skuat Asykar Bertuah yang kalah dalam produktivitas gol mau tak mau harus meraih tiga poin.

loading...