Suporter Ingin Manajemen PSIM Lebih Transparan

PSIM Yogyakarta telah menyelesaikan pertarungan di kompetisi Liga 2 2017. Laskar Mataram tetap berlaga di kompetisi kasta kedua musim depan seusai mendapatkan tiket bertahan lewat jalur play-off.

Berbagai tanggapan atas prestasi PSIM muncul, termasuk dari suporter setia mereka, Brajamusti. Salah satu evaluasi adalah soal transparansi manajemen terhadap pengelolaan klub.

Hal tersebut muncul berdasarkan hasil pembahasan dalam forum besar yang dilakukan Brajamusti.

“Tidak transparannya manajemen membuat situasi tim menjadi tidak kondusif. Padahal keterbukaan sangat penting untuk menjaga aura positif dalam tim ini,” kata Presiden DPP Brajamusti, Rahmat Kurniawan.

Dia menjelaskan banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Beberapa tuntutan mereka sampaikan kepada manajemen PSIM, termasuk penyelesaian gaji dan bonus pemain.

Biaya operasi kiper Tito Rama juga masuk pembahasan. Selain itu, suporter juga menuntut legalitas perseroan terbatas (PT) yang menaungi klub yang lahir 1929 itu.

“Agar lebih jelas dan berharap suporter bisa ikut serta dengan skema penyertaan modal saham,” tuturnya.

Lebih lanjut, Brajamusti juga menuntut transparansi manajemen terkait pengelolaan uang, permasalahan, dan kendala yang dihadapi sehingga suporter diharapkan bisa diajak mencari solusi.

Lebih spesifik lagi, suporter menanyakan target PSIM musim depan, meminta pemberantasan calo, serta mengenai permasalahan jersey Salvo beberapa musim lalu yang belum terselesaikan.

“Pengelolaan PSIM Store juga perlu lebih tertata dan profesional. Kami sudah memberikan waktu kepada manajemen agar tuntutan kami ditindaklanjuti,” ujarnya.

loading...