Subsidi Belum Turun, Arema Telat Gaji Pemain

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengatakan Arema masih memiliki piutang dari PT Liga Indonesia Baru terkait subsidi yang dijanjikan oleh operator kompetisi tersebut. Manajemen berharap subsidi segera turun untuk melunasi sisa kontrak pemain.

“Subsidi yang seharusnya jadi vitamin sekarang menjadi makanan pokok bagi tim. Tim sudah menyelesaikan kewajibannya, lalu kapan operator menyelesaikan kewajibannya,” kata Ruddy Widodo, Minggu, 19 November 2017.

Ruddy Widodo menyebut subsidi yang belum diterima Arema FC hampir mencapai Rp3,3 miliar. Terhitung sejak bulan Oktober, November, dan Desember. Subsidi diharapkan mampu memperpanjang napas tim Arema.

“Nominal itu belum dipotong denda, kartu dan sebagainya. Subsidi telat turun yang membuat kita telat menggaji pemain. Mulai Oktober per bulan Rp625 juta bulan Desember atau terakhir Rp1,5 miliar,” papar Ruddy Widodo.

Selain dari subsidi PT Liga Indonesia Baru selaku operator. Manajemen Arema FC juga berharap cemas menanti share dan rating televisi. Meski finis di posisi 9 Arema FC menempati posisi tiga untuk share dan rating televisi.

“Kalau dihitung subsidi, share dan rating televisi. Arema harusnya menerima Rp10 miliar,” kata Ruddy Widodo.

Manajemen pun berharap tim Arema segera mendapat kepastian soal pencairan dana subsidi, share dan rating televisi. “Memang berat tapi harus diselesaikan,” ucap Ruddy Widodo.

loading...