APPI Sebut Gresik United Belum Bayar Gaji Pemain

Tak hanya terdegradasi ke kompetisi Liga 2 musim depan, Gresik United juga menjadi sorotan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Pasalnya manajemen tim berjuluk Laskar Joko Samudro ini belum membayar gaji pemain selama dua hingga tiga bulan.

Presiden APPI, Ponaryo Astaman mengatakan para pemain Gresik United sudah melaporkan masalah keterlambatan gaji yang ditaksir selama dua hingga tiga bulan. Sejauh ini, sambung Ponaryo, Gresik United merupakan satu-satunya tim yang dilaporkan pemainnya karena terlambat membayar gaji.

“Secara umum semua berjalan lancar. Cuma pada akhir kompetisi, kami menerima laporan masalah gaji dari Gresik. Kalau tidak salah dua sampai tiga bulan. Pemain sudah mencoba berkomunikasi dengan manajemen klub. Tetapi sampai hari ini belum ada respon,” ungkap Ponaryo di Lamongan, Selasa (14/11) sore.

APPI juga membantu pemain untuk menyelesaikan masalah ini dengan manajemen Gresik United. Langkah pertama adalah berkirim surat ke manajemen. Tembusan surat itu dikirim ke PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan BOPI.

Sayang, surat yang dilayangkan APPI seolah tak digubris manajemen Gresik United. “Sampai terakhir, kami belum ada respon. Kami akan terus usahakan bagaimana masalah ini bisa kelar,” tegas mantan gelandang bertahan Pusamania Borneo FC tersebut.

Ponaryo menambahkan, APPI akan terus berusaha agar gaji pemain Gresik United dibayar sesegera mungkin. “Inti dari semuanya adalah penyelesaian. Bagaimana masalah ini diselesaikan, dan ada komunikasi atau kesepakatan antara manajemen dengan pemain Gresik United,” tutup Ponaryo.