Kemenpora Minta Laga Pamungkas Liga 1 Digelar Serentak

by in PSSI // 0 Comments

Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan kemenangan 0-3 kepada Bhayangkara FC atas Mitra Kutai Kartanegara menimbulkan kontroversi.

Mitra Kukar dijatuhi sanksi tersebut karena dinilai memainkan pemain tidak sah saat menjamu Bhayangkara FC, yaitu Mohammed Sissoko.

Saat bermain di pertandingan melawan Bhayangkara FC, eks pemain Juventus dan Liverpool itu tengah menjalani sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan (vs Bhayangkara FC dan Persiba Balikpapan).

Berkat keputusan itu, Bhayangkara FC yang sebelumnya mengoleksi 66 poin mendapat dua poin tambahan menjadi 68. Dengan demikian, tim berjuluk The Guardian tersebut dipastikan menjadi jawara Liga 1 musim 2017.

Namun keputusan komdis tersebut langsung mendapat penolakan dari Mitra Kukar. Manajemen klub berjuluk Naga Mekes itu berniat mengajukan banding.

Berbagai kontroversi di atas membuat pemerintah bersikap. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta seluruh pertandingan pamungkas Liga 1 digelar secara serentak demi menghindari adanya main mata di antara klub-klub tersebut.

”Kami juga meminta agar PSSI menyampaikan laporan secara lengkap terkait penyelenggaraan kompetisi setelah Liga 1 dan 2 selesai,” begitu isi surat bernomor 11.9.1/Menpora/XI/2017, yang dikirimkan Kemenpora ke PSSI.

Menpora Imam Nahrawi menyayangkan atas kontroversi yang terjadi di pekan-pekan krusial Liga 1. Padahal menurutnya, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap PSSI sedang tinggi-tingginya.

”Namun, sangat disayangkan banyak kontroversi yang terjadi. Padahal, itu tak perlu, mengingat harapan dari seluruh elemen terhadap PSSI sangat tinggi,” ujar Imam.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


[X] close