Kesan Pesepakbola Belanda Ini Bermain untuk PSIM dan PSS Sleman

Kepindahan pemain dari satu tim ke tim yang lain menjadi lumrah dalam sepak bola modern saat ini.

Namun ketika pemain pemain andalan suatu tim hijrah ke rival mereka tentu ini menjadi sesuatu yang luar biasa.

Inilah yang pernah dirasakan mantan pemain PSIM dan juga PSS Sleman, Kristian Adelmund.

Meski tidak secara langsung pindah dari PSIM ke PSS, Adelmund mengaku merasakan atmosfer emosional kedua tim seprovinsi ini.

“PSIM tim pertama saya, setelah itu Madura, baru saya pindah PSS Sleman,” ungkap Adelmund kepada tribunjogja.com melalui email.

Adelmund mengaku PSIM selalu spesial baginya.

Datang pada musim 2012 bersama dua pesepakbola asal Belanda yaitu Lorenzo Rimkus dan Emile Linkers, Adelmund bermain apik sepanjang satu musim.

“Tanpa PSIM saya tidak bisa berkarier di indonesia. Karena PSIM saya juga kenal Yogyakarta,” ujar Adelmund.

Bersama PSIM, Adelmund merasakan atmosfer sepakbola di Indonesia yang menurutnya sangat luar biasa.

Bahkan menurut pesepakbola berusia 30 tahun ini pertandingan antara PSIM melawan PSS Sleman menjadi pertandingan yang selalu spesial baginya.

Kristian Adelmund (Hijau) membela Feyenoord untuk kompetisi amatir di Belanda (Ist)
Adelmund mengungkapkan saat itu ia berseragam PSS Sleman dan ia harus berhadapan dengan mantan timnya yaitu PSIM Jogja.

“Saya masih ingat rasa atmosphere sangat emosional para supporter. Main pertandingan seperti itu selalu spesial untuk pemain sepakbola karena selalu bisa rasakan passion dan semangat dari suporter,” ungkap pesepakbola bertinggi 1,93 meter ini.

Bagi Adelmund bermain bagi dua tim besar di Yogyakarta adalah sebuah hal yang spesial.

“Saya masih ingat ada banyak suporter marah sama saya. Semoga mereka mengerti dan saya minta maaf, saya sangat respect pada PSIM tapi saya tidak bisa bohong. Saya Cinta PSS,” ujar Adelmund.

Menurut Adelmund saat ia bermain untuk PSS ia merasa seperti bermain di tim Feyenoord yang merupakan tim favoritnya di Belanda.

“Yang pertama kali saya datang di Stadion Maguwoharjo dan melihat supporter BCS dan Slemania saya sudah tahu ‘ini rumah saya’. Atmosphere, stadion, suporter, rumput lapangan, pemain, manajemen dan semua tentang PSS selalu ada di hatiku.

Bulan Desember nanti Adelmund akan kembali berkunjung ke Indonesia untuk liburan.

“Semoga PSS mengadakan pertandingan ‘Cinta dan Dedikasi part 2’. Sekarang ini mimpi saya bisa main di depan supporter PSS sekali lagi, semoga bisa terrealisasi,” ungkap Adelmund