agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Adhitya Harlan Berawal dari Liga Media di Jakarta Sekarang Mendarat di Barito Putera

by in Bintang // 0 Comments

Tak banyak pemain sepak bola seperti Adhitya Harlan yang menganggap pentingnya pendidikan di perguruan tinggi.

“Orang tua saya bilang. Pendidikan adalah bekal yang penting untuk dibawa ke mana saja, itu memang benar. Saya selalu percaya pada perkataan orang tua saya” kata kiper Barito Puteratersebut.

Tak dinyana, ketika Adit memutuskan kuliah di London School Public Relation (LSPR), Jakarta, jalan Adit menjadi pesepak bola profesional malah mujur.

“Waktu kuliah di LSPR, saya magang di Tabloid BOLA. Gara-gara Tabloid BOLA-lah, saya dilirik Tangerang Wolves (klub IPL). Itu bisa terjadi lantaran saya ikut turnamen antar media,” kata Adit.

“Ketika saya main untuk tim Tabloid BOLA, ada pelatih kiper Tangerang Wolves, Meika Suwasdika melihat aksi saya. Selepas pertandingan, dia mengundang saya untuk seleksi di Tangerang Wolves dan akhirnya saya membela klub itu,” ujar Adit menambahkan.

Adit pun tak akan melupakankan pengalamannya saat menjadi seorang wartawan magang.

Ada hal yang berkesan bagi Adit saat menjadi wartawan yakni saat ditugaskan meliput Rahmad Darmawan. Saat itu, pelatih yang akrab disapai RD tersebut menangani Persija Jakarta.

“Saat magang menjadi wartawan, saya pernah mengejar-ngejar Rahmad Darmawan untuk diwawancara. Maka dari itu saya paham, betapa capek nya jadi wartawan. Karena itu, saya sangat mengharagai wartawan,” kenang Adit.

“Kemudian pada 2013, saya bertemu RD lagi tapi sebagai kiper saat Barito melawan Arema. RD pun kaget dan masih ingat pada saya yang dulu pernah mewawancarai dia,” jelasnya menambahkan.

Setelah dari Tangerang Wolves, karier pemain asal Cengkareng ini berlanjut ke Persibo Bojonegoro.

Di Persibo, Adit juga mampu membawa Persibo juara Piala Indonesia musim 2012.

Kala di Persibo, Adit juga mampu meraih gelar sarjana nya setelah berkorban pulang pergi Bojonegoro-Jakarta hanya untuk menyelesaikan skripsi.

loading...
[X] close