Strategi Parkir Bus Arema Membuat Aremania Gerah

Upaya Arema FC untuk tampil bertahan dan bisa membawa poin dari kandang Persipura Jayapura harus pupus. Tm besutan Joko ‘Getuk’ Susilo ini hanya bisa bertahan hingga menit ke-81 dengan keunggulan satu gol lewat eksekusi penalti Ahmet Atayev.

Setelah itu, 10 menit terakhir gawang Arema kebobolan tiga gol. Praktis, tim Singo Edan harus pulang dengan kekalahan 1-3 pada laga pekan ke-32 Liga 1, Minggu (29/10/2017) ini.

Di akun instagram milik Arema FC, taktik bertahan yang diterapkan menuai banyak kritikan. Meski sempat mengejutkan dengan unggul lebih dulu, hasil akhir tetap dinilai memalukan.

“Buat apa jauh-jauh ke Jayapura kalau hanya untuk parkir bus,” tulis salah satu Aremania di kolom komentar instagram Arema.

Pada babak pertama, Arema sempat mengimbangi dengan sejumlah serangan balik. Namun pada babak kedua, praktis Arema bisa dibilang parkir bus karena serangan bertubi-tubi dilakukan Persipura.

“Sebenarnya kami tidak melakukan parkir bus. Arema menjalankan compact defense. Artinya jika ada peluang untuk menekan, akan kami lakukan. Tapi, sistem di lapangan mulai tidak jalan setelah Arthur Cunha keluar karena cedera. Sebab sudah tidak ada lagi pemain bertahan di cadangan,” jelas pelatih Arema FC, Joko ‘Getuk’ Susilo.

Saat Arthur tidak bisa melanjutkan pertandingan di akhir babak pertama, Arema menaruh Ferry Saragih sebagai bek kiri. Padahal, pemain kelahiran Kediri itu tidak pernah menjalankan peran sebagai pemain belakang. “Ternyata terasa betul tidak ada tujuh pemain inti,” keluh Getuk.

Dalam lawatan ke Jayapura, Arema memang tidak membawa pemain inti seperti Kurnia Meiga, Beny Wahyudi, Ahmad Alfarizi, Syaiful Indra, Juan Pino, Hendro Siswanto, dan Adam Alis. Mereka absen karena akumulasi kartu dan cedera.

Sebelum pertandingan, Getuk sebenarnya tidak ingin menjadikan para pemain yang absen jadi alasan untuk gagal memetik poin di Jayapura. Tetapi, kenyataannya memang Arema hanya bisa main bertahan. Kreasi serangan yang dibangun tidak berjalan mulus.