agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Laga Melawan Perseru Jadi Penentu Nasib Semen Padang

by in Liga 1 // 0 Comments

Pelatih kepala Semen Padang, Syafrianto Rusli, optimistis tim Kabau Sirah masih bisa bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim depan. Hal itu dikemukakan pelatih baru Semen Padang itu dengan beberapa alasan.

Semisal, saat menghadapi Persija, meski kalah 0-2, penampilan Hengki Ardiles dkk. pada laga itu menurutnya sudah jauh lebih baik. Kendati, masalah konsentrasi masih menjadi hal yang harus segera diperbaiki.

Mantan pelatih Tim Futsal Sumbar pada PON 2012 Riau itu menyebut untuk menentukan Semen Padang tetap bertahan atau terdegradasi ke Liga 2, kuncinya saat menjamu Perseru Serui di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu (28/10/2017).

“Sampai saat ini kami masih optimistis. Penentuan bertahan atau bermain di Liga 2 musim depan tergantung hasil menghadapi Perseru nanti. Jika kami kalah, akan terdegradasi. Saya rasa, setelah laga menghadapi Persija, pemain kami akan lebih siap menghadapi Perseru di Padang,” ungkap Syafrianto.

Ia mengungkapkan saat menghadapi Persija, tim pelatih melakukan beberapa terobosan menyangkut starting line-up.

“Kami sengaja membuat sesuatu yang lain di tim. Di antaranya memainkan pemain muda Fridolin Kristof dan memasang Cassio de Jessus sebagai gelandang dengan formasi 4-1-4-1. Kami sengaja mendorong Cassio ke depan agar lebih bergairah. Dua pemain ini cukup menunjang dalam menyerang dan bertahan,” jelasnya.

Syafrianto menambahkan sebenarnya banyak peluang yang bisa dimaksimalkan anak asuhannya saat menghadapi Persija. Hanya, sederet peluang yang tercipta gagal menembus gawang Macan Kemayoran.

“Tugas penting yang harus dilakukan adalah memperbaiki finishing terutama pemain depan Semen Padang. Kami sebenarnya banyak mendapat peluang matang dalam beberapa pertandingan terdahulu, namun tidak bisa dimaksimalkan pemain,” pungkas Syafrianto Rusli mengakhiri pembicaraan.

loading...
[X] close