Eks Pemain Impor Persiba-Mitra Kukar Tersandung Kasus Penipuan

by in Berita Lain // 0 Comments

Pihak kepolisian menangkap mantan pesepak bola asal Kamerun, Ndetou Blaise terkait kasus penipuan. Mantan pemain Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan itu menipu korbannya dengan modus bisa menggandakan uang dolar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bismo Teguh mengatakan, Ndetou Blaise dicokok di sebuah hotel kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia ditangkap usai berhasil menipu dua korbannya.

“Korban ditawari, pelaku mengatakan saya bisa menggandakan dollar,” kata Bismo di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (19/10).

Ndetou mulanya meyakinkan si korban kalau dirinya bisa menggandakan dolar. Setelah percaya, korban lalu menyerahkan sejumlah uang dengan pecahan dollar. Salah satu korban Ndetou adalah Arif Maulana, yang juga jadi pelapor kasus itu pada September 2017.

Arif kala itu menyerahkan tujuh lembar uang pecahan 100 dolar AS kepada Ndetou. Pria yang diketahui mantan pesepak bola profesional itu lalu menumpukkan uang dollar dengan 100 lembar kertas putih dan dua lembar uang pecahan 100 dolar yang sudah disiapkan. “Lalu dilakban dan diberi cairan hitam,” kata Bismo.

Setelah itu, korban diminta membawa pulang uang dan sejumlah kertas yang dilakban itu. Sebelum dilakban, rupanya Ndetou sudah mengambil uang dolar setoran korban diam-diam.

“Dalam tempo delapan jam katanya diminta dibawa kembali untuk diberikan cairan,” terang Bismo.

Proses itu terus berlanjut hingga beberapa kali. Korban lalu sadar kalau ditipu Ndetou yang belakangan diketahui melarikan diri. Bismo mengatakan, dari kedua korban Ndetou, total kerugian ditaksir mencapai 1.000 dolar AS. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Ndetou Blaise yang pada saat aktif bermain berposisi sebagai gelandang. Kariernya tak panjang di Indonesia, sempat bermain di Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan pada periode 2006-2008, pria berusia 38 tahun tersebut memutuskan gantung sepatu pada tahun 2010 karena tak punya klub.

Pada musim 2013 ia sempat menvoba peruntungan ikut seleksi di klub Persip Kota Pekalongan, namun gagal karena dinilai kualitas permainannya biasa-biasanya saja. “Pelaku tidak ada pekerjaan, dia pindah-pindah satu kafe ke kafe lain mencari uang,” kata Bismo.

Sejak tak lagi bermain bola, Ndetou diketahui sering berbuat kriminal. Seperti pada 2013 lalu, Ndetou ikut temannya Oliver Siewe Tchachoua dan pacarnya RA Pragita Noviana untuk menipu dengan modus serupa. Oliver divonis 1,5 tahun dalam kasus itu. Sementara Ndetou tak tertangkap.

Di Jakarta, Ndetou tinggal di Apartemen Mediterania Kemayoran bersama pacarnya. Ia menipu untuk mencukupi kebutuhannya. Ndetou akhirnya ditangkap pada 8 Oktober 2017 lalu karena menipu temannya bernama Arif. Kepada Arif, ia menjanjikan bisa menggandakan uang dolar Amerika Serikat. “Dari aksi itu pelaku untung Rp 9 juta,” ujar Bismo.

Ndetou kini terancam hukuman hingga empat tahun penjara sesuai Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

loading...
[X] close